5 Manfaat Detoks Media Sosial, Penting untuk Kesehatan Mental

30 September 2021, 21:15 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Ilustrasi media sosial.
Ilustrasi media sosial. /(PIXABAY.COM)

  • Di masa seperti sekarang, media sosial menjadi hal yang tak terpisahkan dari hidup sebagian besar orang.
  • Padahal, interaksi di media sosial tak jarang membawa dampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental.
  • Berikut sederet manfaat melakukan detoks media sosial dan cara melakukannya.

SKOR.id - Bagi banyak orang, media sosial seakan menjadi kebutuhan pokok yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Interaksi yang dibangun pun bermacam-macam, mulai dari berkomunikasi dengan teman dan keluarga hingga mengecek tren maupun berita yang sedang viral.

Faktanya, terlalu sering mengakses media sosial ternyata bisa menyebabkan dampak kurang baik bagi kesehatan fisik maupun mental.

Untuk bisa mengatasi "kecanduan" pada media sosial, mengurangi interaksi saja tidak cukup. Pada saat-saat tertentu, kita juga perlu melakukan tindakan yang lebih tegas, yakni detoks media sosial.

Berikut beberapa fakta mengenai detoks media sosial serta cara melakukannya, yang dikutip redaksi Skor.id dari Alodokter.

Tanda perlu melakukan detoks media sosial

Secara umum, detoks media sosial diartikan sebagai upaya membatasi akses ke berbagai situs atau aplikasi jejaring sosial, baik untuk sementara maupun permanen.

Tindakan ini perlu dilakukan, terutama apabila kita telah mengalami "kecanduan", yang membuat seakan-akan tidak bisa hidup tanpa media sosial.

Tanda-tandanya cukup jelas. Antara lain, kita merasa perlu melihat media sosial setiap saat dan menganggap penting jumlah like dan komentar.

Tak hanya itu, kita juga kadang merasa stres, tertekan, atau cemas, yang membuat kita sulit berkonsentrasi pada hal yang dikerjakan.

Ilustrasi stres.
Ilustrasi stres. (TRIBUNNEWS)

Manfaat melakukan detoks media sosial

Satu hal yang bisa dipastikan dari memulai detoks media sosial adalah membaiknya kondisi kesehatan mental.

Dengan detoks media sosial, rasa cemas, takut, maupun rendah diri akan jauh berkurang, sehingga secara mental kita lebih sehat.

Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan mental, detoks media sosial ternyata juga berguna untuk kesehatan fisik.

Pasalnya, waktu yang biasanya digunakan untuk mengakses media sosial kini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang menyehatkan, misalnya istirahat maupun olahraga.

Terakhir, detoks media sosial juga akan menjaga silaturahmi dengan orang terdekat serta meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Ilustrasi berolahraga di pagi hari.
Ilustrasi berolahraga di pagi hari. (Pixabay.com)

Tips melakukan detoks media sosial

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan berapa lama durasi detoks media sosial akan dilakukan, bisa satu atau dua bulan.

Jika sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menghapus aplikasi media sosial dari ponsel atau gadget .

Sebagai gantinya, lakukan berbagai kegiatan positif untuk mengisi waktu tanpa media sosial, seperti berolahraga, membaca buku, berlibur, meditasi, atau menekuni hobi baru.

Tulislah pengalaman dan perubahan yang dirasakan selama melakukan detoks media sosial, sehingga nilai-nilai yang didapat tidak hilang begitu saja.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Skor.id (@skorindonesia)

Artikel kebugaran lainnya:

Cara Atasi Serangan Panik

Mengenal Diet Werewolf yang Memakai Bantuan Bulan Purnama

Ini Waktu yang Tepat untuk Berolahraga Sesuai Kebutuhannya

  • Sumber: Alodokter
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Rabu, 29 September 2021

    Picu Produksi Serotonin, 5 Makanan Ini Bisa Membuat Bahagia

    Untuk membuat suasana hati bahagia, Skorer harus meningkatkan kadar serotonin dengan mengonsumsi makanan kaya kandungan triptofan

    Bugar

    Rabu, 29 September 2021

    Mengenal Glossophobia dan Cara Efektif untuk Mengatasinya

    Glossophobia terkadang juga disebut dengan demam panggung karena penderitanya cemas ketika akan berbicara di publik.

    Bugar

    Rabu, 29 September 2021

    Kurang Percaya Diri karena Bau Badan, Ini Cara Mengatasinya

    Bau badan, meski tidak membahayakan, bisa mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang.

    Terbaru

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    Ada Baiknya Anak-anak Mulai Dilarang untuk Makan di Depan Layar, Ini Alasannya

    Menonton televisi berkontribusi pada asupan kalori yang lebih tinggi, karena itu dimakan lebih tidak sadar dan ada kemungkinan lebih besar bahwa anak akan bertambah gemuk.

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    Cara Mendeteksi apakah Anda Orangtua yang Beracun dan Dampaknya terhadap Anak-anak

    Para ahli psikologi telah mengidentifikasi dua jenis orangtua yang beracun: penderita dan narsisis, yang sama-sama merugikan masa depan anak.

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    4 Jenis Yogurt dengan Kandungan Probiotik Terbaik

    Probiotik sangat penting untuk menjaga kesehatan usus.

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    5 Posisi Bercinta yang Bisa Bikin Wanita Ketagihan

    Wanita dan pria tidak selalu setuju tentang apa yang memenuhi syarat sebagai seks yang menyenangkan.

    Bugar

    Rabu, 18 Mei 2022

    Cuaca Tak Menentu, Inilah Sejumlah Tips Penting untuk Menjaga Kesehatan

    Kondisi cuaca yang tak menentu efek pancaroba bisa menjadi pemicu beragam penyakit dan sejumlah gangguan kesehatan.

    Bugar

    Rabu, 18 Mei 2022

    Efek Tinggal di Rumah yang Berantakan, Bisa Bahaya bagi Kesehatan

    Apa dampak dari kekacauan dalam kehidupan kita sehari-hari? Ketahui pentingnya menjaga rumah tetap bersih dan rapi.

    Bugar

    Rabu, 18 Mei 2022

    Tips Mengatasi Rambut Kering, Bisa Dilakukan di Rumah

    Berikut adalah sejumlah langkah sederhana untuk mengatasi masalah rambut kering.

    Bugar

    Rabu, 18 Mei 2022

    Bukan Bikin Bodoh, Ini Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Micin Menurut dr. Tirta

    Berikut adalah bahaya terlalu banyak mengonsumsi micin menurut dr. Tirta.

    Bugar

    Rabu, 18 Mei 2022

    Apakah Anda Pernah Mengalami 'Lapar Emosional'? Ikuti Tips Berikut untuk Mengatasinya

    Perasaan seperti cemas, gugup, kewalahan atau bahkan rasa kebosanan dapat menyebabkan seseorang makan tanpa benar-benar lapar, yang dikenal dengan istilah 'lapar emosional'.

    Bugar

    Rabu, 18 Mei 2022

    Kenali Beragam Manfaat Membaca Buku bagi Kesehatan Mental

    Berikut Skor.id merangkum berbagai manfaat membaca buku bagi kesehatan mental.
    X