Apakah Anda Menderita Kelelahan Kerja? Ini yang Harus Anda Lakukan untuk Melawannya

11 Maret 2022, 20:05 WIB
Editor: Nurul Ika Hidayati
Ilustrasi seseorang merasakan kelelahan dalam pekerjaannya.
Ilustrasi seseorang merasakan kelelahan dalam pekerjaannya. /Pixabay.com

  • Kelelahan kerja, alias burnout, bukanlah penyakit, melainkan jenis stres.
  • Orang yang dilanda burnout mengalami kelelahan fisik, emosional atau mental.
  • Untuk mengatasinya, selain mengunjungi dokter, penting untuk mengambil tindakan sesegera mungkin.

SKOR.id - Kelelahan kerja yang istilah kerennya burnout, bukanlah penyakit, melainkan salah jenis stres, gejala yang bisa dikaitkan dengan gangguan seperti depresi atau kecemasan, menurut paparan dari Mayo Clinic.

Orang yang dilanda burnout mengalami keadaan kelelahan fisik, emosional atau mental, dan bahkan juga meragukan kompetensi dan nilai mereka sendiri di tempat kerja.

Yang penting adalah bahwa orang yang menderita kelelahan kerja mengetahui bagaimana mengidentifikasi kondisinya untuk mencoba menghadapi masalah sebelum hal itu mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang atau kehidupan pribadi dan sosial.

Apa asal mula kelelahan kerja?
Kelelahan profesional dapat terjadi sebagai akibat dari berbagai faktor ataupun situasi yang terjadi di tempat kerja.

Mayo Clinic memastikan bahwa itu dapat disebabkan oleh kurangnya kontrol dari orang yang menderita, karena ada berbagai area yang mempengaruhi pekerjaan dan dapat menyebabkan keausan profesional: di antaranya jadwal, tugas, beban kerja atau kurangnya sumber daya untuk melakukan pekerjaan.

Para ahli mengatakan bahwa prospek pekerjaan yang tidak pasti juga bisa menjadi pemicu kelelahan kerja.

Selain itu, bekerja di lingkungan yang disfungsional dapat berpengaruh, karena perasaan tidak berdaya oleh rekan kerja atau atasan, dapat berkontribusi pada stres kerja.

Begitu pula, jika nilai-nilai pekerja berbeda dari nilai-nilai yang diterapkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja, situasi kelelahan kerja mungkin terjadi, serta jika pekerja dan pekerjaan hanya memiliki sedikit kesamaan.

Para ahli menunjukkan bahwa pekerjaan yang monoton atau kacau, yang membuat Anda selalu membutuhkan energi ekstra, juga dapat menyebabkan kelelahan profesional.

Akhirnya, kurangnya dukungan sosial di tempat kerja ataupun ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dapat dengan cepat terbakar.

Maka, jika Anda berpikir bahwa Anda adalah orang yang menderita burnout profesional, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog kesehatan mental untuk memastikan dan bertindak sesegera mungkin, karena kelelahan kerja yang diabaikan atau tidak ditangani dapat memiliki konsekuensi besar.

Dalam hal ini, kelelahan profesional bisa mengembangkan stres yang berlebihan, kelelahan, insomnia, efek negatif pada hubungan sosial, depresi, kecemasan, alkoholisme, kecanduan narkoba, penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, stroke, dan obesitas.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi burnout?
Jika Anda khawatir memiliki gejala burnout yang jelas, selain mengunjungi dokter, penting untuk mengambil tindakan sesegera mungkin.

Mayo Clinic mengusulkan, pertama-tama, untuk mengidentifikasi apa penyebab perasaan kelelahan profesional tersebut dan belajar mengendalikan faktor-faktor itu, untuk selanjutnya melaksanakan rencana untuk menghadapi masalah ini.

Di sisi lain, penting untuk berbicara dengan bos perusahaan mengenai kekhawatiran, menilai opsi yang ada dan melihat apa yang dapat diubah untuk mendapatkan solusi.

Sangat penting untuk menilai minat, keterampilan, dan hasrat, untuk memutuskan apakah perlu mempertimbangkan pekerjaan lain.

Penting juga untuk mencoba mengubah sikap dan melihat bagaimana memperbaikinya, ini bisa dilakukan dengan mengambil istirahat sejenak sepanjang hari atau menghabiskan waktu di luar pekerjaan melakukan hal-hal yang Anda sukai.

Akhirnya, selain menjalani hidup sehat, tidur nyenyak, berolahraga, dan makan dengan baik, juga penting untuk mencari dukungan moral.

Anda dapat mencari bantuan dari rekan kerja, teman, keluarga, atau orang lain yang dapat membantu Anda mengatasi stres dan perasaan kelelahan itu.***

Berita Bugar Lainnya:

Seperti Inilah Tanda-tanda Kelelahan Emosional. Menurut Para Ahli

  • Sumber: Mundo Deportivo
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Jumat, 11 Maret 2022

    Lima Alasan bagi Setiap Wanita Harus Memeriksakan Diri ke Ahli Urologi

    Seperti spesialis lainnya, kunjungan ke ahli urologi sangat penting ketika Anda menderita gejala sakit ginjal berbeda, terkait dengan sistem kemih.

    Bugar

    Jumat, 11 Maret 2022

    Pamer Bisep di Twitter, Conor McGregor Senggol Arnold Schwarzenegger

    Petarung UFC, Conor McGregor, memamerkan bisepnya yang menonjol kepada Arnold Schwarzenegger.

    Bugar

    Jumat, 11 Maret 2022

    10 Tips Sederhana agar Olahraga Lari Menjadi Lebih Seru

    Menemukan motivasi untuk keluar rumah dan berlari setiap hari bisa jadi membosankan, namun tips sederhana namun efektif bisa mengatasinya.

    Bugar

    Jumat, 11 Maret 2022

    Minum Air Putih, Rencanakan Makan, dan Tips Lain untuk Menghindari Obesitas

    Otoritas kesehatan dunia WHO mengingat obesitas merupakan faktor risiko penting untuk penyakit tidak menular seperti kardiovascular dan diabetes.

    Terbaru

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Sosiopat: Gangguan Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengidentifikasi Mereka

    Sosiopat cenderung menampilkan perilaku yang mengungkapkan kondisi mereka. Mari kita lihat ciri-ciri apa yang menjadi ciri mereka.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Benarkah Tidur di Lantai Bikin Paru-Paru Basah? Begini Penjelasan Dokter Tirta

    Banyak mitos yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah paru-paru basah.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Vibriosis yang Diderita Istri Dani Alves dan Penyebabnya

    Joana Sanz, istri bek Dani Alves, mengaku menderita vibriosis dan mengingatkan para pengikutnya di Instagram untuk berhati-hati ketika makan tiram.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    5 Junk Food yang Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi

    Jika mendengr junk food, yang ada di benak pikiran orang adalah makanan lezat yang bisa menimbulkan masalah fatal bagi kesehatan.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Monkeypox: Sederet Fakta dan Cara Pencegahan yang Perlu Diketahui

    Monkeypox menjadi global, para ilmuwan mulai waspada dan mencoba memahami mengapa virus, kerabat cacar yang tak terlalu mematikan itu, telah muncul di banyak populasi di dunia.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12 Dapat Tingkatkan Daya Ingat

    Makanan yang mengandung vitamin B12 diklaim dapat membantu meningkatkan daya ingat.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Kacang Terbukti Meningkatkan Kualitas Sperma

    Diet Barat telah dikaitkan dengan penurunan progresif kualitas air mani. Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kacang bisa memperbaikinya.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    5 Makanan untuk Memperkuat Tulang, Tidak Sulit Didapatkan

    Memperkuat atau menjaga kesehatan tulang dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan minuman tertentu.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Menangis lalu Sakit Kepala, Ini Sejumlah Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

    Menangis sangat pasti pernah terjadi pada setiap manusia, tetapi sakit kepala setelahnya ternyata punya banyak penyebab.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Olahraga dan Kepribadian: Apa Hubungan Mereka?

    Latihan olahraga adalah kunci dalam pengembangan orang, tetapi ada juga karakteristik yang dapat menentukan jenis atlet kita; kepribadian
    X