Cara Mengelola Frustrasi saat Kalah dalam Kompetisi

21 Oktober 2021, 18:00 WIB
Penulis: Dewi
Editor: Irfan Sudrajat
Ilustrasi pemain sepak bola kecewa di lapangan.
Ilustrasi pemain sepak bola kecewa di lapangan. /(pixabay.com)

  • Bersaing dalam sebuah kompetisi berpotensi membuat atlet mengalami stres atau frustrasi. 
  • Frustrasi adalah perasaan tak menyenangkan ketika kesulitan mencapai target. 
  • Mengelola rasa frustrasi penting dipelajari agar seseorang tidak merasa kerja kerasnya sia-sia. 

SKOR.id - Frustrasi adalah perasaan mendasar yang muncul ketika kesulitan mencapai target.

Ini merupakan pengalaman tak menyenangkan, namun kita perlu mengendalikannya dan tidak membiarkan frustrasi mengaburkan kerja keras.

Menjadi seorang atlet tidak hanya dituntut untuk memenuhi target memenangi kompetisi. Salah satu tugas terberat mereka adalah justru belajar mengelola perasaan frustrasi itu ketika gagal memenangkan sebuah pertandingan.

Pasalnya, ada kalanya ketika seberapa pun besarnya seseorang bekerja keras, hal-hal yang terjadi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.

Jika sudah begini, jangan biarkan rasa marah menguasai Anda. Ada banyak contoh dalam olahraga ketika seorang atlet tak mampu mengendalikan emosi mereka saat kalah.

Pemain sepak bola misalnya, mereka melempar bola keluar lapangan atau menolak meyapa lawan usai laga, petenis kerap terlihat membanting raket mereka saat gagal atau pemain golf menumpahkan kemarahan dengan merusak stik.

Dari contoh tersebut di atas, saat seseorang atau atlet khususnya dikendalikan oleh rasa marah, mereka akan bersikap tidak sportif, tidak menyenangkan terhadap orang lain.

Memang, mengelola stres dalam sebuah kompetisi tidaklah mudah. Tapi ini tetap harus dilakukan demi kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Berikut adalah beberapa cara mengelola stres ketika kalah dalam kompetisi:

1. Meningkatkan Kesadaran Emosional

Frustrasi perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Tapi masalah terbesarnya adalah bukan banyaknya emosi, tapi atlet tersebut tidak tahu bagaimana mengidentifikasi ketika stres ini muncul.

Saat rasa stres ini datang, mereka tak bisa mengontrolnya. Mengetahui bagaimana mendeteksi emosi dan menempatkannya di dalam tubuh merupakan langkah awal dalam belajar mengendalikan stres.

Untuk tumbuh sebagai seorang atlet, tidak cukup hanya mengetahui apa itu emosi, tapi Anda juga harus mengetahui cara mengelolanya dalam tubuh.

2. Ambil Pelajaran dari Kekalahan

Meski kekalahan adalah hal yang menyedihkan, Anda bisa selalu mengambil hikmah positif dari hal tersebut. Butuh sikap positif dan jam terbang tinggi dalam kompetisi untuk bisa bersikap seperti ini.

Dengan memiliki pola pikir positif dan memandang kekalahan sebagai kesempatan belajar, maka seorang atlet telah menutup pintu untuk emosi negatif menguasai dirinya.

Sebaliknya, jika atlet terus meratapi kekalahan, selalu merasa bersalah atau berpikir pertandingan berjalan tidak adil, hanya akan memunculkan perasaan tidak nyaman dalam diri.

3. Mempromosikan Kecerdasan Sosial dalam Tim

Ilustrasi stres.
Ilustrasi stres. pixabay.com

Stres atau frustrasi tidak hanya muncul dalam olahraga individu, tapi juga kelompok. Dibandingkan individu, mengelola frustrasi dalam satu kelompok atau tim lebih mudah.

Tidak jarang emosi pecah ketika tim tidak mencapai tujuan atau saat seorang anggota melakukan kesalahan.

Kejadian ini juga bisa jadi menyebabkan kesalahpahaman antaranggota tim. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini solusi terbaiknya adalah meningkatkan kecerdasan sosial.

Kecerdasan soaial adalah kemampuan untuk memahami orang lain dan menempatkan diri sendiri di tempat mereka.

Alih-alih mengadopsi sikap egois, jenis kecerdasan ini menekankan bahwa kekuatan individu ditemukan dalam sebuah tim dan oleh karena itu harus dimanfaatkan.

4. Menurunkan Standar

Salah satu ciri menjadi atlet, khususnya papan atas, adalah sikap perfeksionis mereka. Para atlet level atas biasanya menetapkan target tinggi, yang pastinya akan sulit dicapai.

Padahal ketika seseorang menetapkan tujuan yang terlampau jauh dari kapasitasnya, ada kemungkinan dia akan menyerah dalam pertarungan.

Berita Kebugaran Lainnya

6 Tips Keluarkan Air yang Masuk ke Telinga

Pahami Bahaya dan Cara Menangani Gangguan Obsesif Kompulsif

  • Sumber: Mejor Con Salud
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Rabu, 20 Oktober 2021

    6 Dampak Buruk Olahraga Secara Berlebihan

    Tak cuma cedera, latihan fisik berlebih juga bisa mengakibatkan beberapa penyakit serius.

    Bugar

    Rabu, 20 Oktober 2021

    7 Manfaat Buah Blackberry untuk Kesehatan

    Berikut tujuh manfaat buah blackberry untuk kesehatan.

    Bugar

    Rabu, 20 Oktober 2021

    Mengenal Beragam Manfaat Paprika untuk Kesehatan

    Paprika memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan seperti menurunkan gula darah.

    Terbaru

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Benarkah Tidur di Lantai Bikin Paru-Paru Basah? Begini Penjelasan Dokter Tirta

    Banyak mitos yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah paru-paru basah.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Vibriosis yang Diderita Istri Dani Alves dan Penyebabnya

    Joana Sanz, istri bek Dani Alves, mengaku menderita vibriosis dan mengingatkan para pengikutnya di Instagram untuk berhati-hati ketika makan tiram.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    5 Junk Food yang Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi

    Jika mendengr junk food, yang ada di benak pikiran orang adalah makanan lezat yang bisa menimbulkan masalah fatal bagi kesehatan.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Monkeypox: Sederet Fakta dan Cara Pencegahan yang Perlu Diketahui

    Monkeypox menjadi global, para ilmuwan mulai waspada dan mencoba memahami mengapa virus, kerabat cacar yang tak terlalu mematikan itu, telah muncul di banyak populasi di dunia.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12 Dapat Tingkatkan Daya Ingat

    Makanan yang mengandung vitamin B12 diklaim dapat membantu meningkatkan daya ingat.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Kacang Terbukti Meningkatkan Kualitas Sperma

    Diet Barat telah dikaitkan dengan penurunan progresif kualitas air mani. Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kacang bisa memperbaikinya.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    5 Makanan untuk Memperkuat Tulang, Tidak Sulit Didapatkan

    Memperkuat atau menjaga kesehatan tulang dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan minuman tertentu.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Menangis lalu Sakit Kepala, Ini Sejumlah Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

    Menangis sangat pasti pernah terjadi pada setiap manusia, tetapi sakit kepala setelahnya ternyata punya banyak penyebab.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Olahraga dan Kepribadian: Apa Hubungan Mereka?

    Latihan olahraga adalah kunci dalam pengembangan orang, tetapi ada juga karakteristik yang dapat menentukan jenis atlet kita; kepribadian

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    James Hetfield Akui 'Kolaps' secara Mental saat Tur Metallica di Brasil: Saya Merasa Insecure

    Vokalis Metallica James Hetfield mengungkapkan beberapa kata yang menghancurkan penggemar mereka, mengakui dia merasa tidak bisa bermain lagi.
    X