Gangguan Makan: Apa Itu dan Mengapa Jumlah Kasus Terus Bertambah

28 Januari 2022, 17:57 WIB
Editor: Nurul Ika Hidayati
Situasi pandemi Covid membuat banyak orang tenggelam dalam kecemasan yang berpengaruh pada pola makan mereka.
Situasi pandemi Covid membuat banyak orang tenggelam dalam kecemasan yang berpengaruh pada pola makan mereka. /(Mejor con Salud/Twitter)

  • Gangguan makan adalah kondisi medis serius.
  • Kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, bahkan bisa mengancam jiwa.
  • Namun, dengan perawatan dari spesialis, pasien bisa sembuh total.

SKOR.id - Gangguan makan adalah kondisi medis serius dengan pengaruh biologis dan ditandai dengan gangguan parah dalam perilaku makan.

Ini adalah kekhawatiran yang berlebihan terhadap kesehatan, sampai-sampai orang tersebut menjadi terobsesi dengan penurunan berat badan, berat badan atau bentuk tubuh dan kontrol terhadap makanan yang mereka makan.

Gangguan makan paling umum termasuk anoreksia nervosa, bulimia nervosa, gangguan makan berlebihan, dan Avoidant restrictive food intake disorder atau ARFID, demikian penjelasan National Institutes of Health (NIH, untuk akronimnya dalam bahasa Inggris). .

Gangguan ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka yang menderitanya dan, dalam beberapa kasus, bahkan dapat mengancam jiwa.

Namun, dengan perawatan dari spesialis, pasien bisa sembuh total.

Dipicu COVID
Pandemi ternyata telah meningkatkan jumlah kasus gangguan makan.

Sebuah studi skala besar oleh Institut InsideOut untuk Gangguan Makan Universitas Sydney mengungkapkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam gejala gangguan makan selama karantina COVID di Australia, dengan 40% tidak terdiagnosis.

Peneliti InsideOut melacak 1.723 orang dengan gejala gangguan makan selama gelombang COVID dari Juli hingga Oktober 2020, termasuk lockdown besar-besran Victoria, menjadikannya salah satu studi observasional terbesar untuk menangkap dampak pandemi COVID-19 di Australia.

Data menunjukkan peningkatan dalam semua gejala gangguan makan, terutama masalah imej tubuh (88% peserta), pembatasan makanan (74%) dan pesta makan (66%).

Dari peserta dengan gangguan makan yang signifikan secara klinis, 40% di antaranya tidak pernah menerima diagnosis atau pengobatan formal.

Konsekuensi
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Eating Disorders, menyoroti kebutuhan untuk mengidentifikasi dan mendukung orang yang hidup dengan gangguan makan sebagai masalah kesehatan mental pandemi akut, yang memiliki potensi dampak jangka panjang.

Secara keseluruhan, data survei online menunjukkan peningkatan gejala gangguan makan selama karantina COVID, dengan meningkatnya kekhawatiran tentang citra tubuh, pembatasan makanan, dan pesta makan yang dilaporkan oleh sebagian besar peserta.

Ada juga pengalaman yang signifikan dari depresi, kecemasan, stres dan kesepian.

Faktor Terkait
"Kami menemukan bahwa faktor risiko yang paling kuat terkait dengan memburuknya gejala gangguan makan, meliputi: perubahan rutinitas sehari-hari, akses terbatas untuk mendukung orang, perubahan dalam pengobatan, dan paparan liputan berita dan media sosial," demikian dijelaskan oleh ketua peneliti Jane Miskovic-Wheatley.

Para peneliti mencatat bahwa mereka yang paling terpengaruh “termasuk peserta yang tidak terlibat aktif dalam pengobatan selama pandemi, mereka yang mengalami rasa kesepian, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan mental yang terjadi bersamaan.”***

Berita Bugar Lainnya:

Pengaruh Negatif Kesehatan Mental Terhadap Kesuburan Pria

9 Manfaat Menghirup Aromaterapi, bahkan Mempengaruhi Kesehatan Mental

Bahaya Tidur Terlalu Lama, Bisa Bikin Gangguan Mental

  • Sumber: Mundo Deportivo
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Rabu, 26 Januari 2022

    Baik untuk Kesehatan Mata dan Otak, Inilah Berbagai Manfaat dari Telur Ikan

    Kandungan DHA dan EPA dalam telur ikan penting untuk perkembangan visual pada bayi dan fungsi retina pada anak-anak dan orang dewasa.

    Bugar

    Kamis, 27 Januari 2022

    Suplemen Vitamin D: Kapan Saya Harus Mengkonsumsinya?

    Vitamin D mengurangi risiko tertular osteoporosis, tapi tidak disarankan mengosumsinya dengan dosis tinggi, terutama yang punya isu kesehatan.

    Bugar

    Kamis, 27 Januari 2022

    Aktor Henry Cavill Membagikan Saran Kebugaran Terbaik kepada Para Pemula

    Dalam video untuk situs bodybuilding.com, aktor Henry Carvill berbicara soal pendekatannya terhadap program kebugaran dan kesehatannya.

    Bugar

    Kamis, 27 Januari 2022

    Penyebab Terjadinya Usus Buntu

    Penyebab usus buntu sebenarnya bukan lah makanan pedas.

    Terbaru

    Bugar

    Selasa, 17 Mei 2022

    4 Makanan dan Minuman yang Bikin Urine Bau Pesing, Kopi Termasuk

    Berikut ini adalah makanan dan minuman yang bikin urine bau pesing.

    Bugar

    Selasa, 17 Mei 2022

    Menjauh Sejenak dari Media Sosial Bisa Baik untuk Kesehatan Mental

    Sebuah penelitian menunjukkan, memutuskan hubungan dengan jejaring sosial selama seminggu akan mengurangi kecemasan dan depresi secara umum.

    Bugar

    Selasa, 17 Mei 2022

    Waktu Terbaik untuk Mengkonsumsi Vitamin dan Suplemen

    Mengkonsumsi vitamin bisa menjadi cara yang bagus untuk mendukung kebutuhan nutrisi Anda — tetapi ada cara yang tepat untuk melakukannya.

    Bugar

    Selasa, 17 Mei 2022

    Pendidikan Emosional pada Anak-anak: Kapan Harus Mulai Mengajari Mereka?

    Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara memberi anak alat untuk mengidentifikasi apa yang mereka rasakan dan mengetahui cara mengelolanya.

    Bugar

    Selasa, 17 Mei 2022

    Workout di Rumah Tanpa Menggunakan Alat

    Berolahraga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun melakukan workout di rumah bisa dibilang lebih menyenangkan karena bisa hemat biaya.

    Bugar

    Senin, 16 Mei 2022

    4 Olahraga Mata yang Ringan dan Mudah Dilakukan, Cocok untuk Gamer dan WFH

    Berikut ini adalah empat olahraga mata yang muda dilakukan. Layak banget dipratikkan oleh gamer dan pekerja WFH.

    Bugar

    Senin, 16 Mei 2022

    7 Makanan Pelancar Buang Air Besar untuk Mengatasi Sembelit

    Berikut ini tujuh makanan yang baik dikonsumsi demi melancarkan buang air besar atau mengatasi sembelit.

    Bugar

    Minggu, 15 Mei 2022

    Manfaat Acar untuk Kesehatan, dari Sumber Antioksidan hingga Mengontrol Gula Darah

    Berikut ini adalah sejumlah manfaat acar untuk kesehatan.

    Bugar

    Minggu, 15 Mei 2022

    Bukan Cemilan Biasa, Berikut Segudang Manfaat Kacang Mete yang Perlu Diketahui

    Berikut ini manfaat kacang mete yang telah dirangkum Skor.id dari Healthline.

    Bugar

    Minggu, 15 Mei 2022

    5 Manfaat Penting Jintan Hitam, Rempah yang Dijuluki Obat Segala Macam Penyakit

    Jintan hitam atau habbatussauda disebut sebagai biji dengan manfaat sebagai obat segala penyakit
    X