Ini Penyebab Mengapa Mengantuk setelah Makan

1 Desember 2021, 23:45 WIB
Penulis: Dewi
Editor: Irfan Sudrajat
Ilustrasi mengantuk.
Ilustrasi mengantuk. /(Pixabay.com)

  • Makan dalam jumlah besar biasanya dapat menyebabkan ngantuk. 
  • Hal ini dapat terjadi karena produksi serotonin meningkat setelah makan. 
  • Kita biasanya merasa ngantuk sekitar 30 menit setelah makan, terutama jika dalam jumlah besar.

SKOR.id - Sering kali kita merasa ngantuk setelah makan dengan porsi besar. Ini sebenarnya hal lumrah, yang terjadi kepada hampir semua orang.

Reaksi tubuh seperti ini dikenal dengan sebutan “postprandial drowsiness” dan ini berkaitan dengan konsumsi makanan dalam jumlah besar.

Makan dalam jumlah besar menurut penelitian memang dapat menyebabkan rasa kantuk. Hal ini terjadi karena darah dan oksigen dari organ lain banyak dialihkan ke saluran pencernaan.

 

Porsi makan juga akan memengaruhi tingkat keaktifan organ-organ pencernaan. Makin banyak porsi makan, maka rasa mengantuk semakin besar.

Makan Memproduksi Serotonin

Hal lain yang membuat kita mengantuk setelah makan adalah serotonin. Pasalnya ketika kita makan hidangan yang mengandung lemak dan karbohidrat, produksi serotonin meningkat.

Serotonin atau dikenal juga sebagai hormon kebahagiaan. Hormon ini bekerja dengan mempromosikan tidur secara alami.

Karena itulah, beberapa dokter memberikan saran kepada pengidap insomnia untuk mengonsumsi sesuatu yang manis sebelum tidur karena ini akan memproduksi serotonin.

Dalam penelitian yang diterbitkan tahun 2008 oleh University of Manchester, menyimpulkan bahwa glukosa yang dikonsumsi melalui makanan menyebabkan penurunan orexin

Orexin adalah hormon yang bertanggung jawab membuat tubuh tetap terjaga.

Bagaimana Proses Mengantuk setelah Makan

Rasa ngantuk biasanya terjadi sekitar 30 menit setelah makan, saat proses pencernaan sudah berlangsung.

Di masa ini, hormon serotonin meningkat dan suplai darah ke beberapa area tubuh berkurang. Saat inilah kita merasa lesu dan pikiran tidak dapat bekerja 100 persen.

Selain itu, peneliti juga melihat sensasi kekurangan oksigen yang dikombinasikan dengan faktor-faktor di atas sehingga menyebabkan Anda mengantuk.

Meski demikian, rasa mengantuk setelah makan masih dapat dicegah. Caranya adalah menghindari makan dalam jumlah besar.

Makan yang dibaik dianjurkan untuk tidak dalam jumlah banyak dan dengan sedikit perasaan lapar. Makan juga perlu dihentikan tanpa perlu merasa benar-benar kenyang.

Berita Kebugaran

Bisa Dicoba, 5 Bahan Alami untuk Mengatasi Masalah Kulit Kering

5 Manfaat Keju untuk Bayi 

  • Sumber: Mundo Deportivo
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Senin, 29 November 2021

    Bahaya Tidur Terlalu Lama, Bisa Bikin Gangguan Mental

    Tidur terlalu lama tak baik untuk kesehatan.

    Bugar

    Selasa, 30 November 2021

    Wajib Tahu, Begini Trik Mengatasi Susah Tidur setelah Minum Kopi

    Ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi susah tidur setelah minum kopi atau minuman berkafein lainnya.

    Bugar

    Selasa, 30 November 2021

    Bahaya Tidur Bersama Hewan Peliharaan saat Malam Hari

    Hewan peliharaan dapat membawa bakteri, virus, dan parasit berbahaya, membuat keluarga tempat tinggal mereka berisiko terkena penyakit zoonosis.

    Terbaru

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Kunci untuk Mencapai Hubungan yang Memuaskan, Salah Satunya Sesuaikan Ekspektasi

    Hubungan yang memuaskan adalah hubungan di mana kedua pasangan merasa dihargai, dicintai, dihormati, dan aman.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    7 Tips Sederhana Menjaga Kesehatan

    Ada sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan,

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Jangan Panik, Begini Tips Cegah Hepatitis Akut Misterius dari IDAI

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan tips agar terhindar dari hepatitis akut.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Sederet Fakta yang Perlu Diketahui tentang Virus Hendra, Gejala dan Cara Pencegahan

    Berikut ini adalah sederet fakta yang perlu diketahui tentang virus Hendra.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Memiliki Alergi atau Asma Mungkin Terkait dengan Risiko Penyakit Jantung

    Sebuah studi baru telah menemukan hubungan yang mengejutkan antara asma dan alergi dan peningkatan risiko penyakit jantung.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Ketahui Manfaat dan Risiko Terapi 'Kretek-kretek' alias Chiropractic

    Berikut ini adalah manfaat dan risiko yang didapat dari terapi chiropractic.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Apakah Buah Bisa Membuat Kita Gemuk? Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Nutrisinya

    Menurut kepercayaan populer, karena buah-buahan juga mengandung gula, mereka tidak cocok untuk diet rendah kalori. Mana yang benar?

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Berolahraga, Bermeditasi, dan 7 Tips Lain untuk Memulai Gaya Hidup Baru

    Ketika Anda tidak tahu harus mulai dari mana, memiliki pemandu bisa menjadi titik awal untuk perubahan kebiasaan yang pasti, dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    Makan Terlalu Banyak Daging Tingkatkan Risiko Pria Menjadi Tidak Subur

    Makan terlalu banyak daging meningkatkan risiko pria menjadi tidak subur, klaim penelitian yang dilakukan di University of Woncester, Inggris.

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    Alasan Mengapa Kepanasan Membuat Tubuh Terasa Lelah

    Tubuh pasti merasa cepat lelah ketika terpapar panasnya matahari.
    X