Kaitan Depresi dengan Penyakit Jantung: Bisa Saling Menyebabkan!

11 September 2021, 10:00 WIB
Editor: Bagaskara Setyana AP
Ilustrasi penyakit jantung dan depresi.
Ilustrasi penyakit jantung dan depresi. /Kelly Sikkema/Unsplash

  • Depresi dan penyakit jantung saling berkaitan satu sama lain.
  • Keduanya bisa saling menyebabkan.
  • Risiko terburuk dari kedua penyakit tersebut adalah kematian.

SKOR.id - Depresi dan penyakit jantung ternyata memiliki hubungan yang sangat erat yang bisa meningkatkan risiko kematian.

Seperti dilansir dari Onhealth.com, penelitian yang sudah dilakukan selama dua dekade terakhir menunjukkan bahwa depresi dan penyakit jantung adalah teman dekat.

Pasalnya, kedua hal itu bisa saling menyebabkan satu sama lain. Depresi bisa menyebabkan penyakit jantung, begitu pula sebaliknya.

Depresi sendiri kerap menjadi masalah kesehatan jiwa yang tak disadari sedang dirasakan oleh masyarakat.

Berikut ini adalah tanda-tanda depresi, dikutip dari Halodoc:

1. Perasaan negatif bertahan selama dua minggu atau lebih.

2. Kurangnya dorongan mental atau motivasi

3. Memiliki pikiran dan perasaan untuk bunuh diri.

Di Indonesia, diperkirakan ada 15,6 juta mengalami masalah depresi.

Bahkan penyakit tersebut menjadi kasus kedua tertinggi setelah penyakit jantung di Indonesia.

Memang bukan tanpa alasan hal itu terjadi. Pasalnya, kedua penyakit itu memang berkaitan erat satu sama lain.

Sebuah peneltiian yang dilakukan di Baltimore menemukan bahwa dari 1551 orang yang bebas dari penyakit jantung tetapi punya riwayat depresi memiliki risiko 4 kali lebih besar untuk menderita serangan jantung dalam 14 tahun ke depan dibandingkan yang tidak depresi.

Selain itu, penelitian di Montreal, Kanada, menemukan bahwa pasien dengan penyakit jantung dan depresi punya risiko meninggal 4 kali lebih banyak dalam 6 bulan ke depan.

Hal itu disebabkan karena depresi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kerusakan arteri, irama jantung yang tak teratur, dan pembekuan darah yang lebih cepat.

Sebaliknya, penyakit jantung pun ternyata juga dapat menyebabkan depresi.

Ilustrasi depresi.
Ilustrasi depresi. Joice Kelly/Unsplash

Studi menunjukkan bahwa depresi dapat muncul stelah penyakit jantung atau setelah operasi penyakit jantung.

Dalam satu penelitian hampir setengah dari pasien yang menjalani operasi bypass cardiopulomnary mengalami masalah kognitif yang serius, yang dapat menyebabkan depresi klinis.

Olahraga bisa menjadi solusi terbaik untuk menurunkan kedua risiko penyakit tersebut.

Sebab menurut penelitian, selain sehat untuk jantung, olahraga juga dapat memicu tubuh untuk mengeluarkan hormon endorfin yang bisa meningkatkan suasana hati.

Seperti diketahui, hormon endorfin dapat menghilangkan rasa sakit dan juga bisa mengurangi stres.

Namun, jika suasana hati dan kondisi stres tetap tidak bisa dikendalikan, sangat disarankan untuk menghubungi profesional medis agar diberikan penanganan khusus.

Artikel Bugar Lainnya: 

Murah Meriah, Ini 5 Manfaat Masker Kopi untuk Kulit Wajah

Makanan yang Disarankan untuk Penderita Gangguan Asam Lambung

  • Sumber: halodoc, Onhealth.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Jumat, 10 September 2021

    6 Manfaat Jalan Cepat, Kurangi Lemak hingga Mengatasi Depresi

    Rutin jalan cepat bisa mengurangi lemak hingga meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot, serta jantung.

    Bugar

    Jumat, 10 September 2021

    5 Manfaat Rutin Mengonsumsi Air Kunyit untuk Kesehatan

    Kunyit tak hanya bisa dijadikan sebagai bumbu daput, melainkan bahan alami yang baik untuk kesehatan.

    Terbaru

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    5 Bahan Alami untuk Membantu Menumbuhkan Rambut

    Menumbuhkan rambut dapat dibantu dengan beberapa bahan alami berikut ini.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Masih Muda Tapi Pelupa? Ini Tips Mencegah Pikun di Usia Muda

    Pikun terjadi karena faktor imunitas dan kondisi kesehatan fisik, aspek kognitif yang berpengaruh terhadap usia.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    9 Cara Ampuh Mengatasi Nyeri Sendi Berkepanjangan

    Berikut ini adalah sembilan cara ampuh mengatasi nyeri sendi yang tak kunjung sembuh dalam waktu lama.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Mengenal Penyebab dan Gejala Infeksi Paru, Penyakit Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Sebelum Wafat

    Menteri PAN-RB RI Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022) siang WIB.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Tips untuk Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh Seiring Bertambahnya Usia

    Ingin tahu apa saja tanda-tanda sistem kekebalan tubuh lemah atau bagaimana penuaan memengaruhi sistem kekebalan Anda? Inilah yang perlu Anda ketahui dari dokter.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Cara Sederhana Menurunkan Demam Tanpa Konsumsi Obat

    Berikut Skor.id merangkum beberapa cara menurunkan demam tanpa mengonsumsi obat.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Risiko Batu Ginjal Meningkat di Musim Panas: Ini Cara Pencegahannya

    Batu ginjal adalah bongkahan bahan padat seperti batu yang terbentuk di salah satu atau kedua ginjal ketika ada kadar mineral tertentu yang tinggi dalam urine.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Manfaat Havermut untuk Kesehatan Tubuh

    Oatmeal atau havermut adalah makanan sarapan yang terbuat dari oat dan cairan seperti air atau susu.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Ini Waktu Terbaik untuk Sarapan Tanpa Takut Kegemukan

    Tubuh kita butuh waktu 14 jam berpuasa setelah makan malam hingga makan kembali di keesokan harinya.

    Bugar

    Kamis, 30 Juni 2022

    Ini yang Harus Dilakukan saat Anak Remaja Anda Memberi Tahu Sesuatu yang Mengkhawatirkan tentang Seorang Teman, Kata Para Ahli

    Ketika anak remaja Anda memberi tahu Anda sesuatu yang mengkhawatirkan tentang seorang teman, haruskah Anda menelepon orang tuanya? Inilah saatnya untuk masuk, kata para ahli.
    X