Ketahui Penyebab Keluar Keringat saat Tidur

24 November 2021, 11:30 WIB
Editor: Nezatullah Wachid Dewantara
Ilustrasi tidur.
Ilustrasi tidur. /(TRIBUNNEWS)

  • Keringat malam dapat mengurangi kualitas tidur, mengkhawatirkan pasangan tidur, dan memicu ketidaknyamanan yang serius.
  • Masalah kesehatan mendasar lainnya mungkin bertanggung jawab atas episode keringat yang cukup banyak ini dalam tidur seseorang.
  • Beberapa hal seperti obat-obatan terlarang (narkotika), alkohol, dan kafein juga meningkatkan risiko keringat malam.

SKOR.id - Berkeringat adalah normal dan merupakan bagian inti dari bagaimana tubuh mengatur suhunya.

Namun, terbangun dengan berkeringat di tengah malam adalah masalah lain sama sekali.  

Keringat malam dapat mengurangi kualitas tidur, mengkhawatirkan pasangan tidur, dan memicu ketidaknyamanan yang serius.

Keringat malam dapat didefinisikan sebagai keringat berlebih yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur suhu tubuh yang disebabkan oleh beberapa hal.

Keringat-keringat ini tidak disebabkan oleh selimut tebal atau kamar tidur yang hangat.

Sebaliknya, masalah kesehatan mendasar lainnya mungkin bertanggung jawab atas episode keringat yang cukup banyak ini dalam tidur seseorang.

Salah satunya adalah karena seseorang terutama wanita telah memasuki masa menopause.

Dimana pada momentum ini badan merasa hangat secara tiba-tiba, biasanya sangat terasa di wajah, leher, dan dada, dan mengeluarkan banyak keringat.

Ilustrasi obat.
Ilustrasi obat. (DOK. INFO BEKASI)

Kemudian obat-obatan tertentu diketahui berhubungan erat dengan keringat malam.

Ini termasuk beberapa antidepresan yang dikenal sebagai inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), steroid, dan obat-obatan yang diminum untuk menurunkan demam, seperti aspirin atau asetaminofen, yang secara paradoks dapat menyebabkan keringat.

Beberapa hal seperti obat-obatan terlarang (narkotika), alkohol, dan kafein juga meningkatkan risiko keringat malam.

Ilustrasi otak.
Ilustrasi otak. (Pixabay)

Masalah hormon juga bisa menjadi penyebab berkeringat saat malam hari.

Contoh masalah hormon yang berkaitan dengan keringat malam termasuk aktivitas tiroid yang berlebihan, diabetes dan peningkatan gula darah, dan kadar hormon seks yang tidak normal.

Disfungsi hipotalamus (bagian oak yang mengatur suhu badan) mungkin merupakan masalah mendasar yang terkait dengan ketidakseimbangan hormon dan keringat malam.

Kondisi lain yang mempengaruhi sistem endokrin seperti pheochromocytoma (tumor kelenjar adrenal) dan sindrom karsinoid (disebabkan oleh tumor yang tumbuh lambat yang menghasilkan hormon) juga dapat dikaitkan dengan keringat malam.

Berita Bugar lainnya:

Perbedaan Sedih dan Depresi yang Harus Diketahui

Tag

Video

Berita Terkait

Bugar

Minggu, 21 November 2021

Korelasi antara Kurang Tidur dan Berkurangnya Kemampuan Mengingat

Tanpa tidur yang cukup, otak akan lebih sulit menyerap dan mengingat informasi baru.

Bugar

Minggu, 21 November 2021

Tips Memilih Bantal Agar Tidur Menjadi Lebih Nyenyak

Bantal adalah salah satu hal yang cukup berpengaruh dalam nyenyak tidaknya tidur seseorang.

Bugar

Senin, 22 November 2021

Tips Tidur Nyenyak Saat Menderita Flu atau Batuk

Mengatasinya bisa dengan cara mengonsumsi madu, minum air hangat, dan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.

Terbaru

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Kunci untuk Mencapai Hubungan yang Memuaskan, Salah Satunya Sesuaikan Ekspektasi

Hubungan yang memuaskan adalah hubungan di mana kedua pasangan merasa dihargai, dicintai, dihormati, dan aman.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

7 Tips Sederhana Menjaga Kesehatan

Ada sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan,

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Jangan Panik, Begini Tips Cegah Hepatitis Akut Misterius dari IDAI

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan tips agar terhindar dari hepatitis akut.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Sederet Fakta yang Perlu Diketahui tentang Virus Hendra, Gejala dan Cara Pencegahan

Berikut ini adalah sederet fakta yang perlu diketahui tentang virus Hendra.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Memiliki Alergi atau Asma Mungkin Terkait dengan Risiko Penyakit Jantung

Sebuah studi baru telah menemukan hubungan yang mengejutkan antara asma dan alergi dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Ketahui Manfaat dan Risiko Terapi 'Kretek-kretek' alias Chiropractic

Berikut ini adalah manfaat dan risiko yang didapat dari terapi chiropractic.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Apakah Buah Bisa Membuat Kita Gemuk? Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Nutrisinya

Menurut kepercayaan populer, karena buah-buahan juga mengandung gula, mereka tidak cocok untuk diet rendah kalori. Mana yang benar?

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Berolahraga, Bermeditasi, dan 7 Tips Lain untuk Memulai Gaya Hidup Baru

Ketika Anda tidak tahu harus mulai dari mana, memiliki pemandu bisa menjadi titik awal untuk perubahan kebiasaan yang pasti, dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

Bugar

Kamis, 19 Mei 2022

Makan Terlalu Banyak Daging Tingkatkan Risiko Pria Menjadi Tidak Subur

Makan terlalu banyak daging meningkatkan risiko pria menjadi tidak subur, klaim penelitian yang dilakukan di University of Woncester, Inggris.

Bugar

Kamis, 19 Mei 2022

Alasan Mengapa Kepanasan Membuat Tubuh Terasa Lelah

Tubuh pasti merasa cepat lelah ketika terpapar panasnya matahari.
baindo

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X