Konsumsi Protein Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak Bisa Berbahaya bagi Kesehatan

8 Agustus 2022, 09:09 WIB
Editor: Nurul Ika Hidayati
Ilustrasi makanan mengandung protein. Ini juga salah satu cara untuk menjaga asupan vitamin D dalam tubuh kita.
Ilustrasi makanan mengandung protein. Ini juga salah satu cara untuk menjaga asupan vitamin D dalam tubuh kita. /pixabay.com

  • Protein adalah nutrisi yang paling penting dalam membangun pondasi tubuh.
  • Itu bertugas untuk memperbaiki dan membangun kembali jaringan otot serta menjaga sistem kekebalan tubuh dalam kondisi prima.
  • Pertanyaannya, seberapa banyak takaran yang dibutuhkan tubuh kita?

SKOR.id - Membicarakan nutrisi pokok, tidak ada bahan untuk membangun pondasi tubuh - block building - yang lebih penting daripada protein.

Protein, yang kebanyakan orang tahu, sangat penting untuk memperbaiki dan membangun kembali jaringan otot, tetapi juga melayani tujuan penting lainnya.

Anda membutuhkan protein untuk membuat organ dan kulit. Anda membutuhkan protein untuk menghasilkan rambut, darah, dan jaringan ikat.

Protein menghasilkan enzim dan neurotransmiter, yang juga menjaga sistem kekebalan tubuh Anda dalam kondisi prima.

Protein itu sendiri terdiri dari molekul yang lebih kecil yang dikenal sebagai asam amino. Dan, untuk berfungsi dengan baik, tubuh membutuhkan 20 asam amino yang berbeda.

Ironisnya adalah bahwa sementara tubuh membuat ratusan asam amino dalam sehari, dia tidak dapat membuat sembilan dari apa yang disebut asam amino esensial.

Manusia mendapatkan asam amino itu dari makanan, dan rata-rata dari mereka memiliki pekerjaan besar. Isoleusin, misalnya, membantu produksi hemoglobin, sedangkan leusin adalah asam amino yang membantu menumbuhkan dan memperbaiki jaringan otot.

"Itulah fitur penting utama," kata ahli diet terdaftar Wesley McWhorter. "Terutama dalam hal konsumsi protein yang berlebihan atau makan terlalu sedikit."

Kiwi, salah satu buah yang memiliki kandungan protein.
Kiwi, salah satu buah yang memiliki kandungan protein. (Photo MIX Company/Pexels.com)

Inilah pertanyaan yang tidak bisa terhindarkan: Berapa banyak protein yang benar-benar kita butuhkan?

Sebenarnya tidak terlalu rumit, meskipun aturannya, bisa dikatakan, berubah jika Anda seorang atlet atau seseorang yang menghabiskan berjam-jam di gym.

Rata-rata 100 Gram
McWhorter mengatakan pedoman umumnya adalah 0,35 gram protein untuk tiap pon berat badan. Jadi, seseorang dengan berat badan 200 pon - setara 91kg - perlu mengkonsumsi sekitar 70 gram protein per hari.

Kebanyakan orang tidak perlu melakukan ini: orang Amerika biasanya mengonsumsi sekitar 100 gram protein setiap harinya.

Tetapi ini bisa lebih mudah atau lebih sulit tergantung pada diet Anda yang biasa.

Daging dan ikan merupakan sumber asam amino esensial yang baik.

Daging sapi, ayam, kalkun, salmon, bisa menjadi tulang punggung diet kaya protein. Satu porsi ikan salmon 3 ons mengandung 19 gram protein. Porsi yang sama dari dada ayam tanpa kulit mengandung 27 gram protein.

Tetapi itu mungkin untuk mendapatkan cukup protein pada semua jenis diet.

Johns Hopkins punya pemecahan yang baik dari makanan yang mengandung protein. Anda akan melihat bahwa banyak makanan yang cocok: kacang hitam, lentil, selai kacang, telur, susu sapi, dan susu kedelai, semuanya kaya akan protein.

Porsi Atlet
Untuk atlet dan para pria yang menghabiskan waktu berjam-jam di gym, disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak protein. Satu gram protein per pon berat badan hampir tepat—dan sangat mudah diingat.

"Melebihi (angka biasa) adalah karena 'kanibalisme' yang terjadi saat Anda berolahraga keras," kata McWhorter. "Saat Anda menghancurkan otot, Anda perlu membangunnya kembali."

Ilustrasi protein shake.
Ilustrasi protein shake. (GOOGLE IMAGES)

Mendapatkan protein sebanyak itu bisa menjadi tantangan yang lebih besar. Shake dan suplemen dapat membantu tetapi, seperti biasa, makanan utuh umumnya lebih baik. (Banyak asam amino dari shake atau sumber serupa lain dapat dengan mudah disekresikan dalam urine.)

Juga perlu diingat bahwa protein tidak banyak berguna tanpa latihan sebelumnya.

"Jika Anda adalah pria rata-rata yang tidak banyak berolahraga, jika Anda duduk di sofa dan minum protein shake, Anda tidak akan memiliki bisep yang menonjol," kata McWhorter.

Jangan Terlalu Banyak
Hanya karena protein baik untuk nutrisi Anda, tidak berarti harus membebani piring Anda.

Saat Anda mengonsumsi makanan berprotein tinggi, Anda harus memikirkan apa lagi yang ada —atau tidak— dalam makanan Anda.

Sayuran dan makanan berserat tinggi lain juga harus menjadi bagian dari makanan Anda. Anda tidak akan mendapatkannya jika Anda makan kentang panggang dan steak tomahawk, tidak peduli betapa lezatnya makanan itu.

Faktor penting lainnya adalah seberapa banyak yang dapat digunakan tubuh secara efektif.

Tubuh kita memiliki kapasitas tak terbatas untuk menahan lemak, tetapi mereka tidak bisa menyimpan protein. Itu digunakan terus-menerus sepanjang hari.

Tetapi makan lebih banyak protein daripada yang Anda butuhkan — ciri khas diet keto — akan menyebabkan protein itu diubah menjadi glukosa untuk energi, atau lebih buruk lagi.

“Jika Anda tidak menyebarkan asupan protein, tubuh Anda tidak akan menggunakan semuanya. Jadi tubuh Anda akan menyimpannya sebagai lemak,” kata McWhorter.

Jauh lebih baik untuk menyebarkan protein Anda sepanjang hari, sering makan beberapa protein selama makanan yang berbeda, terutama jika Anda banyak berolahraga dan perlu terus memperbaiki otot.

Beberapa telur di pagi hari, sepotong ikan saat makan siang, dan makan malam dengan, katakanlah, ayam, brokoli, dan nasi adalah pilihan yang tepat.***

Berita Bugar Lainnya:

Alternatif Asupan Protein Selain dari Daging Ayam

Kelebihan Konsumsi Protein Bisa Mengancam Kesehatan

6 Tanda Tubuh Kekurangan Protein, Hati-hati

Klik gambar untuk mengunjungi aset digital kami.
Klik gambar untuk mengunjungi aset digital kami.

  • Sumber: GQ
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Sabtu, 6 Agustus 2022

    Dampak Negatif Mengonsumsi Alkohol bagi Atlet

    Mengonsumsi alkohol ternyata bisa memberikan sejumlah dampak negatif, utamanya bagi atlet.

    Bugar

    Sabtu, 6 Agustus 2022

    Efek Samping Suntik Botox yang Perlu Diketahui, Termasuk Alergi Langka seperti Alis Bengkok

    Toksin botulinum, atau yang lebih dikenal sebagai Botox, adalah racun saraf yang paling terkenal karena penggunaannya dalam prosedur kecantikan.

    Bugar

    Minggu, 7 Agustus 2022

    Deretan Makanan Tinggi Karbohidrat Terbaik yang Sangat Sehat untuk Dikonsumsi

    Beberapa jenis makanan tinggi karbohidrat yang sangat sehat untuk dikonsumsi.

    Bugar

    Minggu, 7 Agustus 2022

    Studi Baru Perlihatkan Porsi Olahraga Mingguan yang Optimal, Pengaruhi Risiko Kematian

    Studi Baru Menentukan Jumlah Olahraga Mingguan yang Optimal. Begini, Anda mungkin harus melakukannya lebih sering lagi.

    Terbaru

    Bugar

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Perlu Diketahui soal Posisi Tidur yang Benar dan Cara yang 'Benar' untuk Tidur

    Dalam posisi apa saya harus tidur, dan apakah ada cara yang 'benar' untuk tidur?

    Bugar

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Makanan Rahasia Pemain Sepak Bola Elite: Banyak Protein dan Rendah Kalori

    Makanan rahasia pemain sepak bola dengan banyak protein dan sedikit kalori. Ada dua jenis ganggang yang meningkatkan kinerja dan meningkatkan vitalitas dan energi: spirulina dan chlorella

    Bugar

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Mengenal Gas Air Mata, Gejala Jika Terkena dan Penanganan yang Mesti Dilakukan

    Berikut ini uraian soal gas air mata, sesuatu yang jadi sorotan dari tragedi Kanjuruhan, lengkap dengan gejala dan apa yang harus dilakukan.

    Bugar

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Mengenal Cedera yang Ancam Peluang Ronald Araujo ke Piala Dunia Qatar

    Menurut pernyataan medis yang diberikan oleh Barcelona di akun Twitter resmi mereka, "Ronald Araujo mengalami avulsi pada tendon adductor longus di paha kanan."

    Bugar

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Hai Pemula, Simak Tips untuk Menikmati Aktivitas Berolahraga sekaligus Bersenang-senang

    Olahraga adalah bagian penting dari gaya hidup sehat. Tetapi jika Anda sudah keluar dari kebiasaan aktif – atau tidak pernah menemukan rutinitas olahraga yang berhasil – mungkin terasa seperti tugas yang mustahil untuk memulai.

    Bugar

    Sabtu, 1 Oktober 2022

    Mayoritas Wanita Alami Menopause sekitar Usia 51, Gejalanya Bisa Dimulai Jauh Lebih Awal

    Sebagian besar wanita mengalami menopause sekitar usia 51 tahun tetapi gejalanya dapat dimulai bertahun-tahun sebelumnya

    Bugar

    Sabtu, 1 Oktober 2022

    Ilmuwan 'Memecahkan' Misteri Mengapa Wanita Selalu Merasa Kedinginan daripada Pria

    Ilmuwan berhasil 'memecahkan' misteri mengapa wanita selalu merasakan tubuh mereka lebih dingin daripada para pria.

    Bugar

    Sabtu, 1 Oktober 2022

    Sederet Mitos Palsu seputar Pengaruh Kopi terhadap Kesehatan

    Minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di planet ini telah memunculkan mitos palsu yang tak terhitung jumlahnya.

    Bugar

    Sabtu, 1 Oktober 2022

    Manfaat dan Nutrisi yang Terkandung pada Daging Sapi

    Daging sapi dikategorikan sebagai daging merah - istilah yang digunakan untuk daging mamalia, yang mengandung jumlah zat besi yang lebih tinggi daripada ayam atau ikan.

    Bugar

    Jumat, 30 September 2022

    Ada 6 Bau Vagina yang Berbeda, Kenali Gejalanya untuk Tahu Kapan Harus ke Dokter

    Bau yang kuat bisa mengganggu, terutama jika ada bau busuk yang datang dari bawah. Sementara aroma vagina bervariasi dari orang ke orang, para ahli mengatakan ada beberapa yang harus Anda waspadai.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X