Lekas Move On, Ini Penjelasan Ilmiah tentang Sindrom Patah Hati dan Efek Buruknya

4 Oktober 2021, 21:30 WIB
Editor: Pradipta Indra Kumara
Ilustrasi patah hati
Ilustrasi patah hati /(Pixabay)

  • Sindrom patah hati biasa dialami oleh semua orang, terutama mereka yang baru putus cinta.
  • Ternyata ada penjelasan ilmiah tentang sindrom ini lho.
  • Bahkan jika dibiarkan berlarut-larut, sindrom patah hati bisa membawa efek buruk buat kesehatan Anda.

SKOR.id - Tahukah Anda jika ternyata sindrom patah hati ada penjelasan ilmiahnya. Karena efeknya yang buruk, maka Anda diharapkan lekas move on agar tidak terkena sindrom ini dalam waktu yang lama.

Patah hati memang menjadi salah satu kondisi yang menyebalkan. Biasanya, sindrom ini akan menjangkit seseorang yang baru saja putus cinta atau dikecewakan seseorang.

Dilansir dari Tiptar, secara ilmiah sindrom patah hati adalah gejala serangan jantung ringan.

Itulah mengapa orang yang merasa patah hati atau sakit hati mengalami sensasi nyeri di ulu hati dan jantung.

Ketika seseorang patah hati, maka ia akan terserang stres yang sangat eksrem. Stres inilah yang menimbulkan gejala serangan jantung ringan yang membuat nyeri dada.

Dalam dunia medis, kondisi ini juga sering disebut kardiomiopati stres, kardiomiopati Takotsubo, atau sindrom tonjolan apikal.

Sindrom patah hati yang normal biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari. Akan tetapi dalam kondisi yang lebih serius bisa menjangkit seseorang hingga beberapa bulan.

Bedanya dengan serangan jantung

Sindrom patah hati "hanyalah" gejala serangan jantung. Jika Anda bingung membedakan mana serangan jantung atau gejalanya, maka Anda bisa memperhatikan waktunya.

Biasanya, serangan jantung menyebabkan nyeri yang berlangsung lama dalam satu waktu. Sementara sindrom patah hati hanya akan menyebabkan nyeri ketika Anda mengingat hal yang membuat hati Anda hancur.

Penyebab sindrom patah hati masih belum diketahui, tetapi diyakini bahwa itu mungkin karena pelepasan hormon stres, termasuk adrenalin.

Meskipun perlu dikaji lebih lanjut, namun teori ini cukup berterima karena itu bisa mengakibatkan penyempitan sementara arteri jantung. 

Ilustrasi penyakit jantung.
Ilustrasi penyakit jantung. (GOOGLE IMAGES)

Ada sejumlah situasi yang dapat memicu episode kardiomiopati Takotsubo alias sindrom patah hati.

Biasanya, kondisi ini didahului oleh suatu peristiwa yang melibatkan tekanan emosional yang besar bagi orang tersebut, misalnya disakiti kekasih atau kematian orangtua.

Anda diharapkan lekas move on sebab patah hati yang berkepanjangan bisa mengakibatkan masalah pada jantung dan kesehatan.

Berita Bugar Lainnya: 

Manfaat yang Diperoleh dari Buah Strawberry, Mulai dari Mengurangi Kolesterol Hingga Berat Badan

5 Cara Tepat Jelaskan Rasa Depresi Kepada Orang Lain

  • Sumber: Tiptar
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Jumat, 1 Oktober 2021

    3 Cara Melepaskan Amarah dengan Cara yang Sehat

    Marah adalah emosi yang wajar dalam diri manusia dan tidak selalu negatif karena ada cara melakukannya secara sehat.

    Bugar

    Sabtu, 2 Oktober 2021

    2 Manfaat Vitamin K untuk Kesehatan Jantung

    Untuk menjaga kesehatan jantung, penting untuk memastikan pasokan nutrisi yang optimal. Di antara mereka, vitamin K paling menonjol.

    Bugar

    Senin, 4 Oktober 2021

    Jangan Khawatir, Bau Kaki Ternyata Salah Satu Tanda Tubuh Sehat

    Ternyata bau kaki menandakan tubuh dan kaki kita sedang dalam kondisi sehat. Jadi jangan terlalu khawatir ya.

    Terbaru

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Benarkah Tidur di Lantai Bikin Paru-Paru Basah? Begini Penjelasan Dokter Tirta

    Banyak mitos yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah paru-paru basah.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Vibriosis yang Diderita Istri Dani Alves dan Penyebabnya

    Joana Sanz, istri bek Dani Alves, mengaku menderita vibriosis dan mengingatkan para pengikutnya di Instagram untuk berhati-hati ketika makan tiram.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    5 Junk Food yang Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi

    Jika mendengr junk food, yang ada di benak pikiran orang adalah makanan lezat yang bisa menimbulkan masalah fatal bagi kesehatan.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Monkeypox: Sederet Fakta dan Cara Pencegahan yang Perlu Diketahui

    Monkeypox menjadi global, para ilmuwan mulai waspada dan mencoba memahami mengapa virus, kerabat cacar yang tak terlalu mematikan itu, telah muncul di banyak populasi di dunia.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12 Dapat Tingkatkan Daya Ingat

    Makanan yang mengandung vitamin B12 diklaim dapat membantu meningkatkan daya ingat.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Kacang Terbukti Meningkatkan Kualitas Sperma

    Diet Barat telah dikaitkan dengan penurunan progresif kualitas air mani. Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kacang bisa memperbaikinya.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    5 Makanan untuk Memperkuat Tulang, Tidak Sulit Didapatkan

    Memperkuat atau menjaga kesehatan tulang dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan minuman tertentu.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Menangis lalu Sakit Kepala, Ini Sejumlah Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

    Menangis sangat pasti pernah terjadi pada setiap manusia, tetapi sakit kepala setelahnya ternyata punya banyak penyebab.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Olahraga dan Kepribadian: Apa Hubungan Mereka?

    Latihan olahraga adalah kunci dalam pengembangan orang, tetapi ada juga karakteristik yang dapat menentukan jenis atlet kita; kepribadian

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    James Hetfield Akui 'Kolaps' secara Mental saat Tur Metallica di Brasil: Saya Merasa Insecure

    Vokalis Metallica James Hetfield mengungkapkan beberapa kata yang menghancurkan penggemar mereka, mengakui dia merasa tidak bisa bermain lagi.
    X