Makan Sendiri atau Makan Bersama, Mana yang Lebih Baik

11 November 2021, 22:00 WIB
Penulis: Dewi
Editor: Thoriq Az Zuhri
Ilustrasi seseorang yang telat makan.
Ilustrasi seseorang yang telat makan. /(Pixabay.com)

  • Makan sendiri dan makan bersama orang lain memiliki dampak berbeda. 
  • Menurut penelitian, makan sendiri dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, bahkan hingga depresi. 
  • Sementara makan bersama yang dilakukan wanita lansia dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan. 

SKOR.id - Seiring bertambahnya usia wanita, risiko penyakit kardiovaskular (CVD) jauh lebih tinggi dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan adanya penurunan kadar estrogen yang mengatur fungsi pembuluh darah.

Uniknya, tingginya penyakit ini ternyata disebabkan oleh bagaimana cara seseorang makan. Apakah makan sendiri atau ditemani orang lain.

Menurut sebuah studi anyar, makan sendiri kemungkinan berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit jantung pada wanita dewasa. Ini telah dipublikasikan dalam Menoupause, jurnal The North American Menopause Society (NAMS).

 

Obesitas, Tekanan Darah Tinggi, atau Masalah Jantung

Kesadaran mengenai kebiasan makan menjadi kian meningkat dari tahun ke tahun. Namun pentingnya memiliki partner makan sepertinya agak terabaikan.

Kebiasaan makan bersama orang lain justru memudar seiring berjalannya waktu. Padahal menurut studi, makan sendiri dapat meningkatkan berbagai masalah kesehatan.

 

Ketika seserang makan sendiri, biasanya mereka makan lebih cepat. Ini menyebabkan peningkatan massa tubuh, lingkar pinggang, dan kadar lipid darah.

Makan sendiri juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan dianggap sebagai salah satu faktor risiko depresi.

Makan Sendiri Menyebabkan Pengetahuan dan Asupan Gizi Kurang

Dalam penelitian yang melibatkan 600 wanita menopause di atas 65 tahun, dilakukan untuk membandingkan perilaku kesehatan dan status gizi di antara wanita tua yang makan sendiri dan makan bersama orang lain.

Hasil analisa mengatakan, wanita tua yang makan sendiri memiliki pengetahuan dan asupan gizi lebih buruk.

Lebih lanjut, wanita tua yang makan sendiri ditemukan memiliki asupan energi, karbohidrat, serat, sodium, dan potasium lebih rendah dibandingkan mereka yang makan bersama orang lain.

Makan Sendiri Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Makanan Seafood ternyata mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Makanan Seafood ternyata mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. dok.Halodoc

Hasil penelitian lain menunjukkan wanita lansia yang makan sendirian memiliki nilai edukasi rendah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

“Hasil ini tidak mengejutkan mengingat status sosial ekonomi yang lebih rendah dan isolasi sosial dapat berkontribusi pada kualitas hidup lebih rendah, tingkat depresi tinggi, dan kesehatan lebih buruk,” kata Stephanie Faubion, Chief Medical Officer NAMS.

“Lansia yang menciptakan ikatan sosial dengan baik tidak hanya dapat meningkatkan gizi mereka, tapi juga kesehatan sekaligus mengurangi biaya perawatan kesehatan.”

 

 

Berita Kebugaran Lainnya

5 Manfaat Konsumsi Teh Tawar

Jenis Makanan yang Bisa Merusak Kualitas Sperma, Buah-buahan Ini Termasuk

  • Sumber: Mundo Deportivo
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Rabu, 10 November 2021

    3 Alasan Jangan Lakukan Peregangan Sebelum Olahraga

    Stretching (peregangan) dan warming up (pemanasan) adalah dua hal yang sangat berbeda.

    Bugar

    Rabu, 10 November 2021

    8 Cara Mengatasi Resistensi Insulin, Termasuk Menerapkan Pola Makan Sehat

    Ada beberapa cara yang perlu diterapkan dalam rangka mengatasi resistensi insulin.

    Bugar

    Rabu, 10 November 2021

    Ketahui Penyebab Seseorang Sering Terbangun pada Pukul 3 Pagi

    Salah satunya penyebabnya adalah stres yang bisa memicu seseorang untuk terbangun pada sekitar pukul 3 dini hari.

    Terbaru

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Kunci untuk Mencapai Hubungan yang Memuaskan, Salah Satunya Sesuaikan Ekspektasi

    Hubungan yang memuaskan adalah hubungan di mana kedua pasangan merasa dihargai, dicintai, dihormati, dan aman.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    7 Tips Sederhana Menjaga Kesehatan

    Ada sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan,

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Jangan Panik, Begini Tips Cegah Hepatitis Akut Misterius dari IDAI

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan tips agar terhindar dari hepatitis akut.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Sederet Fakta yang Perlu Diketahui tentang Virus Hendra, Gejala dan Cara Pencegahan

    Berikut ini adalah sederet fakta yang perlu diketahui tentang virus Hendra.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Memiliki Alergi atau Asma Mungkin Terkait dengan Risiko Penyakit Jantung

    Sebuah studi baru telah menemukan hubungan yang mengejutkan antara asma dan alergi dan peningkatan risiko penyakit jantung.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Ketahui Manfaat dan Risiko Terapi 'Kretek-kretek' alias Chiropractic

    Berikut ini adalah manfaat dan risiko yang didapat dari terapi chiropractic.

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Apakah Buah Bisa Membuat Kita Gemuk? Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Nutrisinya

    Menurut kepercayaan populer, karena buah-buahan juga mengandung gula, mereka tidak cocok untuk diet rendah kalori. Mana yang benar?

    Bugar

    Jumat, 20 Mei 2022

    Berolahraga, Bermeditasi, dan 7 Tips Lain untuk Memulai Gaya Hidup Baru

    Ketika Anda tidak tahu harus mulai dari mana, memiliki pemandu bisa menjadi titik awal untuk perubahan kebiasaan yang pasti, dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    Makan Terlalu Banyak Daging Tingkatkan Risiko Pria Menjadi Tidak Subur

    Makan terlalu banyak daging meningkatkan risiko pria menjadi tidak subur, klaim penelitian yang dilakukan di University of Woncester, Inggris.

    Bugar

    Kamis, 19 Mei 2022

    Alasan Mengapa Kepanasan Membuat Tubuh Terasa Lelah

    Tubuh pasti merasa cepat lelah ketika terpapar panasnya matahari.
    X