Mengenal Gas Air Mata, Gejala Jika Terkena dan Penanganan yang Mesti Dilakukan

2 Oktober 2022, 13:30 WIB
Penulis: Taufani Rahmanda
Editor: Taufani Rahmanda
Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Sabtu (1/10/2022), usai laga Arema FC vs Persebaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.
Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Sabtu (1/10/2022), usai laga Arema FC vs Persebaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023. /Dok. Istimewa

  • Berikut ini uraian soal gas air mata, sesuatu yang jadi sorotan dari tragedi Kanjuruhan.
  • Dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gas air mata adalah suatu bahan pengendali massa.
  • Lebih lanjut diuraikan ke bagian mana gas air mata "menyerang" dan apa yang mesti dilakukan jika terkena.

SKOR.id - Gas air mata sedang menjadi sorotan publik karena tragedi yang teradi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam setelah menggelar sebuah laga sepak bola.

Yakni Arema FC vs Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, yang memakan korban jiwa tidak sedikit.

Gas air mata jadi sorotan sebab pihak kepolisian diketahui menembakkan gas air mata, meski sejatinya dilarang FIFA.

Lalu, apa itu gas air mata? Berikut ini uraiannya, dikutip dari unggahan akun Instagram pribadi Dr. Desca Medika Hartanto.

Diambil dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gas air mata adalah suatu bahan pengendali massa.

Atau riot control agents yang terdiri dari bahan kimia yang menyebabkan iritasi pada mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit.

Penggemar Liverpool dipukul mundur polisi Paris dengan gas air mata.
Penggemar Liverpool dipukul mundur polisi Paris dengan gas air mata. Twitter @newsoffutbol

Kandungan pada gas air mata biasa terdiri dari chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS).

"Gas air mata berbentuk cairan atau bubuk yang jika digunakan dapat menjadi droplets atau partikel," tulis Dokter Spesialis Penyakit Dalam itu.

Untuk gejala jika terkena gas air mata, bisa mengarah ke mata, hidung, mulut, paru-paru, kulit, dan lain-lain;

- Mata: Menangis (air mata yang diproduksi banyak), rasa terbakar, gangguan penglihatan, kemerahan.
- Hidung: Pilek, rasa terbakar, bengkak.
- Mulut: Rasa terbakar, sulit menelan, air liur banyak.
- Paru-paru: Sesak nafas, dada terasa tertekan, batuk, wheezing (seperti asma).
- Lain-lain: Mual dan muntah.

Dr. Desca Medika Hartanto juga menguraikan soal apa yang mesti dilakukan jika terkena, yakni:

- Segera tutup mata, hidung dan mulut.
- Keluar dari area paparan gas air mata.
- Segera basuh mata dengan air mengalir.
- Segera ganti baju.
- Segera mandi dan bersihkan dengan sabun, area yang terkena gas air mata.
- Jika gejala memberat, segera ke unit kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan dan oksigen.

Baca Juga Berita Kesehatan Lainnya:

Kurangi Kebisingan untuk Jantung yang Sehat

Hindari 7 Buah yang Bisa Sebabkan Lonjakan Gula Darah 'Berbahaya', Kata Ahli Kesehatan

Jutaan Orang Menderita Nyeri Kronis seperti Lady Gaga, Berikut Tips untuk Mengurangi Rasa Sakit

Tag

Video

Berita Terkait

Bola Nasional

Minggu, 2 Oktober 2022

Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Terancam akibat Kerusuhan di Kanjuruhan, Ini Respons Menpora

Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Bola Internasional

Minggu, 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan Masuk 10 Besar Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan di Dunia

Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB masuk 10 besar laga sepak bola paling mematikan di dunia.

Liga 1

Minggu, 2 Oktober 2022

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Presiden Jokowi Minta PSSI Hentikan Liga 1

Presiden RI, Joko Widodo, memberi keterangan resmi soal kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Esports

Minggu, 2 Oktober 2022

Para Pemain IFeLeague 1 Ucapkan Rasa Belasungkawa atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Tragedi perihal kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, juga mendapatkan perhatian dari para pegiat esport.

Terbaru

Bugar

Senin, 5 Desember 2022

Mengapa Kita Menguap dan Mengapa Itu Sangat Menular: Kata Para Ahli

Mengapa sebenarnya kita menguap? Dan mengapa hampir tidak mungkin menahan kuap saat seseorang melakukannya di depan Anda?

Bugar

Senin, 5 Desember 2022

Hot flashes: Apa Itu dan Bagaimana Mengelola Gejala Menopause

Salah satu gejala menopause yang paling umum adalah hot flashes, di mana wanita tiba-tiba mengalami kepanasan yang tidak nyaman pada wajah dan tubuh mereka.

Bugar

Senin, 5 Desember 2022

Kekurangan Nutrisi 'Penyebab Utama' Kerontokan Rambut, Konsumsi Ini untuk Mencegahnya

Kurangnya nutrisi tertentu dapat memicu kerontokan rambut berlebihan, tetapi untungnya beberapa makanan dapat membantu, menurut seorang ahli.

Bugar

Senin, 5 Desember 2022

Perbedaan antara Protein Hewani dan Nabati: Mana yang Lebih Baik?

Protein sangat penting untuk sejumlah fungsi kesehatan. Ini memasok tubuh dengan energi sambil membangun dan memperbaiki jaringan setelah cedera, latihan, operasi, dan bentuk keausan lainnya.

Bugar

Minggu, 4 Desember 2022

Mengapa Kebanyakan Pria Tidak Memiliki Cukup Teman Dekat, Cari Tahu Alasannya

Istilah persahabatan bukan hanya tentang mereka yang duduk bersama Anda di bus sekolah ataupun bermain bersama di tim bisbol masa kecil Anda, itu adalah komponen inti dari pengalaman manusia, kata para ahli.

Bugar

Minggu, 4 Desember 2022

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Infeksi Strep A yang Merebak di Inggris

Setidaknya enam anak telah meninggal dan yang lainnya berjuang untuk hidup di rumah sakit setelah tertular bakteri Streptococcus A di Inggris dan Wales.

Bugar

Minggu, 4 Desember 2022

7 Bahan Herbal untuk Obat Sakit Pinggang

Ada banyak hal penyebab seseorang mengalami sakit pinggang dan obat herbal salah satu solusinya

Bugar

Minggu, 4 Desember 2022

Beberapa Perubahan yang Mungkin Terjadi pada Tubuh Anda saat Anda Mulai Berlari

Berlari adalah aktivitas yang sangat sehat yang dimasukkan oleh banyak atlet dalam rutinitas mereka.

Bugar

Jumat, 2 Desember 2022

Awas, Ini Efek Buruk pada Kulit dan Mata akibat Terlalu Lama Terpaku pada Layar Ponsel

Diperkirakan 60% populasi dunia menghabiskan lebih dari enam jam sehari di depan layar: terutama ponsel, tetapi juga layar komputer, televisi, dan perangkat digital lainnya. Pada akhirnya, inilah yang dikenal sebagai polusi digital.
X