Mitos atau Fakta, Penyintas Covid-19 Berisiko Alami Penurunan Kecerdasan

14 September 2021, 16:45 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Ilustrasi otak.
Ilustrasi otak. /(Pixabay)

  • Penyintas Covid-19 dianggap memiliki risiko lebih besar dalam mengalami penurunan kecerdasan ketimbang orang sehat.
  • Sebuah penelitian mengatakan bahwa efek Covid-19 masih dirasakan oleh penyintas selama 3-4 bulan setelah sembuh.
  • Studi lain mengatakan bahwa efek penurunan kecerdasan lebih cenderung menimpa penyintas Covid-19 berat.

SKOR.id - Sembuh dari Covid-19 ternyata tidak membuat para penyintas serta merta bebas dari gejala-gejala lanjutan.

Tidak sedikit dari penyintas yang mengalami gejala tertentu seperti anosmia atau kehilangan indra penciuman dalam waktu lama. Gejala ini sering disebut dengan long Covid-19.

Akibat kondisi tersebut muncul anggapan bahwa para penyintas Covid-19 berisiko mengalami penurunan kecerdasan.

Klik gambar untuk download apps Skor.id
Klik gambar untuk download apps Skor.id

Lantas, apakah benar anggapan penurunan kecerdasan untuk penyintas Covid-19 tersebut? Atau justru hanya mitos belaka?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute of Global Health Innovation menemukan bahwa 5-24 persen penyintas Covid-19 mengalami sisa gejala hingga 3-4 bulan setelah sembuh.

Beberapa penyintas dalam penelitian tersebut dilaporkan mengalami penurunan fungsi kognitif bahkan mengingat.

Para ahli menyebut kondisi yang dialami oleh para penyintas Covid-19 ini sebagai brain fog atau kabut otak.

Imperial College London juga melakukan survei bertema The Great British Intelligence Test pada Januari 2020, yang diperbarui empat bulan kemudian, untuk membandingkan kecerdaasan kognitif orang sehat dan penyintas Covid-19.

Tes kecerdasan yang dimaksud dalam studi ini adalah kemampuan pemecahan masalah, penalaran, dan perencanaan.

Hasilnya, 13.000 penyintas dari 81.000 orang total partisipan menunjukkan hasil kecerdasan yang lebih buruk daripada responden yang belum pernah terinfeksi Covid-19.

Ilustrasi pasien yang dirawat di Rumah Sakit.
Ilustrasi pasien yang dirawat di Rumah Sakit. Photo by Olga Kononenko on Unsplash

Studi di Journal of the Neurological Sciences menemukan bahwa penurunan kecerdasan lebih berisiko untuk para pasien yang mengalami infeksi berat.

Para partisipan yang pernah terinfeksi Covid-19 dengan gejala parah mengalami gangguan kognitif yang signifikan setidaknya selama 6 bulan setelah dinyatakan sembuh.

Hellosehat.com menulis bahwa untuk para penderita long Covid-19 disarankan untuk olahraga rutin, konsumsi makanan sehat, dan mengelola stres setelah sembuh.

Berita Bugar Lainnya:

5 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Cegah Covid-19

4 Tips Memulihkan Kesehatan Jantung Setelah Terpapar Covid-19

  • Sumber: hellosehat.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Selasa, 14 September 2021

    Berbagai Manfaat Buah Srikaya, dari Meningkatkan Imunitas hingga Mencegah Kanker

    Banyak orang yang mungkin asing dengan buah srikaya. Padahal srikaya memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan Anda.

    Bugar

    Selasa, 14 September 2021

    4 Manfaat Daun Mengkudu, Bisa Cegah Demam Berdarah

    Beberapa kandungan dalam mengkudu dipercaya memiliki banyak manfaat positif untuk tubuh jika rutin dikonsumsi.

    Terbaru

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Benarkah Tidur di Lantai Bikin Paru-Paru Basah? Begini Penjelasan Dokter Tirta

    Banyak mitos yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah paru-paru basah.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Vibriosis yang Diderita Istri Dani Alves dan Penyebabnya

    Joana Sanz, istri bek Dani Alves, mengaku menderita vibriosis dan mengingatkan para pengikutnya di Instagram untuk berhati-hati ketika makan tiram.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    5 Junk Food yang Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi

    Jika mendengr junk food, yang ada di benak pikiran orang adalah makanan lezat yang bisa menimbulkan masalah fatal bagi kesehatan.

    Bugar

    Minggu, 22 Mei 2022

    Mengenal Monkeypox: Sederet Fakta dan Cara Pencegahan yang Perlu Diketahui

    Monkeypox menjadi global, para ilmuwan mulai waspada dan mencoba memahami mengapa virus, kerabat cacar yang tak terlalu mematikan itu, telah muncul di banyak populasi di dunia.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12 Dapat Tingkatkan Daya Ingat

    Makanan yang mengandung vitamin B12 diklaim dapat membantu meningkatkan daya ingat.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Kacang Terbukti Meningkatkan Kualitas Sperma

    Diet Barat telah dikaitkan dengan penurunan progresif kualitas air mani. Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kacang bisa memperbaikinya.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    5 Makanan untuk Memperkuat Tulang, Tidak Sulit Didapatkan

    Memperkuat atau menjaga kesehatan tulang dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan minuman tertentu.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Menangis lalu Sakit Kepala, Ini Sejumlah Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

    Menangis sangat pasti pernah terjadi pada setiap manusia, tetapi sakit kepala setelahnya ternyata punya banyak penyebab.

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Olahraga dan Kepribadian: Apa Hubungan Mereka?

    Latihan olahraga adalah kunci dalam pengembangan orang, tetapi ada juga karakteristik yang dapat menentukan jenis atlet kita; kepribadian

    Bugar

    Sabtu, 21 Mei 2022

    James Hetfield Akui 'Kolaps' secara Mental saat Tur Metallica di Brasil: Saya Merasa Insecure

    Vokalis Metallica James Hetfield mengungkapkan beberapa kata yang menghancurkan penggemar mereka, mengakui dia merasa tidak bisa bermain lagi.
    X