Olahraga saat Positif Covid-19? Ini yang Disarankan Dokter

22 Juni 2021, 22:50 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Ilustrasi pandemi global virus corona (Covid-19) mengacaukan kalender olahraga dunia, termasuk Indonesia.
Ilustrasi pandemi global virus corona (Covid-19) mengacaukan kalender olahraga dunia, termasuk Indonesia. /(Iis Harianto Sabir/Grafis Skor.id)

  • Olahraga dapat mencegah penularan virus Covid-19.
  • Namun, bagi mereka yang sakit atau terserang Covid-19 dilarang berolahraga.
  • Berikut ini adalah jenis olahraga bagi mereka yang positif Covid-19 namun tidak dalam kondisi akut.

SKOR.id - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalamai peningkatan. Hingga Senin (21/6/2021), dilaporkan bahwa kasus Covid-19 telah mencapai 2 juta.

Ini tentu menjadi situasi yang sangat mengkhawatirkan. Bagi mereka yang terinveksi, tidak sedikit yang bertanya-tanya, apakah dengan kondisi diri terpapar virus corona (SARS-Cov-2) seseorang masih bisa berolahraga?

Pertanyaan ini juga berlaku dengan mereka yang tanpa gejala. Ketika tanpa gejala, seseorang akan merasa tidak mengalami persoalan dalam beraktivitas fisik.

Mereka yang tidak merasakan sakit juga tentu dapat melakukan aktivitas normal seperti biasanya.

Meski demikian, ternyata semua itu membutuhkan informasi lebih jauh lagi. Sebagai contoh, muncul pertanyaan apakah dengan olahraga akan membuat mereka lebih cepat sembuh atau malah sebaliknya.

Sebenarnya, jawabannya adalah sederhana tapi juga sangat penting. Olahraga, seperti pada umumnya, hanya bagi mereka yang sehat.

Dalam hal ini adalah jika berbicara tentang olahraga yang melibatkan banyak gerak dan tenaga.

Sedangkan jika Anda sakit, maka Anda harus beristirahat dan tidak melakukan aktivitas yang menuntut banyak gerak dan tenaga.

Beristirahat, fokus kepada penyembuhan dengan meminum obat, merupakan langkah yang harus dilakukan.

Olahraga hanya dapat dilakukan secara maksimal bagi mereka yang dalam kondisi sehat.

Olahraga adalah aktivitas fisik yang tujuannya adalah agar tubuh tetap selalu sehat. Dengan berolahraga maka akan meminimalisir kemungkinan datangnya berbagai penyakit.

Manfaat Olahraga

Perlu ditekankan lebih dahulu tentang manfaat olahraga. Olahraga banyak manfaatnya, salah satunya adalah meningkatkan kekebalan tubuh.

Dengan tubuh yang sehat dan memiliki kekebalan yang baik, bisa mencegah serangan virus corona.

Menurut ahli di National Institutes of Health (NIH), olahraga merangsang kinerja antibodi dan sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel kekebalan tubuh yang melawan berbagai penyakit.

Jadi, sangat jelas bahwa olahraga memiliki manfaat yang sangat baik untuk mencegah terserang atau terinveksi Covid-19.

Olahraga juga membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru dan saluran pernapasan.

Ketika Positif Covid-19

Lalu, apakah mereka yang terinveksi Covid-19 masih bisa berolahraga?

Seseorang yang sedang terinfeksi SARS-CoV-2 (nama virus Covid-19) tapi tetap berolahraga, justru dapat memperburuk gejala penyakit Covid-19 tersebut.

Menurut menurut penelitian di Journal of the American Medical Association (JAMA) Cardiology, peneliti Jerman menemukan bahwa olahraga ringan sekalipun saat mengidap infeksi virus corona ringan bisa berbahaya.

Kawasan Senayan masih sebagai magnet para pencinta olahraga di masa Pandemi Covid 19.
Kawasan Senayan masih sebagai magnet para pencinta olahraga di masa Pandemi Covid 19. (Husni Yamin/Skor.id)

Saat berolahraga, kerja jantung akan meningkat. Jadi, karena itu pula, olahraga tidak dianjurkan bagi pengidap Covid-19 karena dapat berdampak buruk bagi jantung.

Berbeda tentunya ketika tubuh Anda sehat. Olahraga sangat dianjurkan karena dengan berolahraga akan melindungi tubuh dari penyakit apapun, termasuk Covid-19.

Olahraga merangsang tubuh untuk memproduksi antioksidan.

Olahraga bagi Orang Tanpa Gejala

Dengan demikian pula, ketika seseorang dinyatakan positif mengidap Covid-19 namun tanpa gejala, juga harus berhati-hati untuk berolahraga.

Apalagi bagi mereka yang masuk ke dalam lansia dan memiliki penyakit penyerta.

Menurut Dr Rommel Tickoo, associate Director, internal medicine di Max Healthcare, New Delhi, India, ada pasien tertentu yang akhirnya terserang serangan jantung, stroke, atau emboli paru setelah dua minggu setelah sakit.

Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk menghindari berolahraga hingga sembuh total.

"Pada fase akut penyakit ini, olahraga dapat mempercepat replikasi virus. Oleh karena itu, umumnya disarankan untuk menghindari olahraga selama aktivitas aktif atau infeksi," kata Rommel Tickoo.

Untuk lebih aman, sangat disarankan bagi mereka yang terinfeksi Covid-19 tapi tanpa gejala, agar berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum memutuskan untuk berolahraga.

Latihan Pernapasan

Terkait hal ini pula, ada aktivitas tertentu yang bisa disebut sebagai olahraga untuk mereka yang positif Covid-19.

Mereka harus memilih jenis olahraga yang tepat yang fokus dan perhatiannya mengarah kepada sistem pernapanasan.

Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari klikdokter.com, olahraga pernapasan bermanfaat meningkatkan ketahanan jantung dan paru-paru (kardiorespirasi) pasien Covid-19.

Dengan demikian, mereka akan memiliki kekuatan yang lebih untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Ilustrasi Meditasi dan latihan pernapasan.
Ilustrasi Meditasi dan latihan pernapasan.

"Tidak hanya itu, olahraga tersebut juga berguna untuk mempertahankan fungsi pernapasan yang seringkali terkompromi pada pasien Covid-19,” kata dr. Nabila.

Namun, dr. Nabila Viera tetap menekankan bahwa tidak semua pasien corona dianjurkan berolahraga.

Mereka yang memiliki gejala klinis tidak stabil contohnya, dilarang berolahraga. Gejala tersebut adalah tekanan darah, detak jantung, laju pernapasan, dan suhu tidak dalam batas normal (pada fase akut).

“Oleh karena itu, jika kondisi rentan, sebaiknya pasien beristirahat dan fokus pada penyembuhan,” katanya lagi.

Lalu, apa saja atau bagaimana olahraga bagi mereka yang tidak dalam kategori akut? Mereka dapat melakukan aktivitas (olahraga) pernapasan seperti berikut ini yang dirangkum dari klikdokter.com:

1. Latihan Relaksasi

Tempatkan tubuh dalam posisi tegak. Lalu tarik napas dalam-dalam dan kemudian dikeluarkan secara perlahan.

Setelah itu dapat dilakukan, lakukan dengan variasi seperti menggerakkan bahu ketika mengambil napas dan buang secara perlahan.

2. Latihan Pengembangan Dada

Latihan pengembangan dada bisa Anda lakukan dengan menarik napas sambil mengangkat dua tangan ke atas. Tahan sebentar, dan buang napas sambil menurunkan kedua tangan yang tadi diangkat.

Selanjutnya, kembangkan dada ke samping, lalu kembali ke depan, dan turunkan. Kemudian, lakukanlah pengembangan dada ke samping dari kanan dan kiri secara bergantian.

3. Latihan Deep Breathing

Latihan deep breathing dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam, lalu menahannya. Lebih dianjurkan apabila bisa bernapas dengan otot perut.

4. Latihan Batuk

Latihan batuk dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam, lalu melakukan batuk secara huffing (mulut terbuka).

Selanjutnya, tarik napas, lalu coughing atau tarik napas dengan bagian pangkal tenggorokan (glotis) tertutup.

5. Prone Position

Letakkan bantal di bawah pinggul, dan tidur dalam posisi tengkurap dengan kedua tangan di samping kepala.

Mulailah menarik napas hingga diafragma mengembung, tahan sebentar, dan buang secara perlahan.

Demikianlah lima bentuk olahraga yang terfokus kepada pernapasan bagi mereka yang terinveksi Covid-19 tapi dalam kondisi yang tidak akut.

Pastikan memilih jenis olahraga pernapasan, agar penyembuhan dapat berlangsung lebih optimal.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bugar Lainnya:

Jurus Jitu Jaga Usia Tetap Awet Muda: Salah Satunya Bermain Game

Tips Mencegah Hitam di Kantung Mata

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Nusantara

Senin, 21 Juni 2021

Tips Bersepeda untuk Usia 40 Tahun ke Atas dari Eks-Striker Timnas Indonesia, Zulkarnaen Jamil

Zulkarnaen Jamil, striker timnas Indonesia pada 1993, berbagi tips sederhana untuk kegiatan bersepeda bagi yang telah berusia 40 tahun

Bugar

Senin, 21 Juni 2021

Tips Mencegah Hitam di Kantung Mata

Menghitamnya kantung mata merupakan salah satu tanda Anda kurang tidur.

Bugar

Senin, 21 Juni 2021

Tips Menghindari Gaya Hidup Mager

Berikut adalah cara agar kita keluar dari situasi gaya hidup tanpa olahraga.

Bugar

Selasa, 22 Juni 2021

Tetap Sehat saat Isoman, 4 Jenis Latihan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah saat isolasi mandiri (Isoman).

Terbaru

Bugar

Sabtu, 24 Juli 2021

Manfaat Minum Susu dengan Kurma bagi Kesehatan

Buah kurma merupakan jenis buah kering yang memiliki banyak nutrisi untuk tubuh kitaMengonsumsi kurma secara rutin dapat mencegah berbagai masalah kesehatan yang muncul.

Bugar

Sabtu, 24 Juli 2021

3 Manfaat Buah Kiwi untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Tingkatkan Imun

Berikut ini Skor.id menyajikan berbagai manfaat buah kiwi untuk ibu hamil.

Bugar

Sabtu, 24 Juli 2021

Manfaat Merajut sebagai Teknik Relaksasi di Masa Pandemi Covid-19

Merajut menjadi salah satu aktivitas yang bermanfaat untuk membantu lebih rileks selama menghabiskan waktu di rumah karena pandemi Covid-19.

Bugar

Jumat, 23 Juli 2021

5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengonsumsi Buah-buahan

Sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi buah-buahan.

Bugar

Jumat, 23 Juli 2021

Mengasah Motorik Anak-Anak dengan Aktivitas Seni

Kekuatan fisik dan psikologis anak-anak dapat dibentuk dengan memperkenalkan aktivitas seni sedini mungkin.

Bugar

Jumat, 23 Juli 2021

8 Manfaat Pare untuk Kesehatan, Bisa Mengobati AIDS

Meski pahit, pare memiliki banyak khasiat untuk tubuh manusia.

Bugar

Jumat, 23 Juli 2021

Penting, Ini Alasan Jangan Menelan Biji Semangka!

Ada alasan mengapa Anda sebaiknya tak menelan biji semangka.

Bugar

Jumat, 23 Juli 2021

Mengenal Nutrigenetik: Konsumi Makanan Lebih Efektif Sesuai Gen

Tujuan dari nutrigenetik adalah untuk mengetahui respons gen ketika makanan masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian, kita jadi mengetahui pola makan yang lebih efektif.

Bugar

Kamis, 22 Juli 2021

Gerakan Mudah untuk Mengatasi Sakit Punggung

Beberapa gerakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit punggung.

Bugar

Kamis, 22 Juli 2021

Tanda-tanda Tubuh Kurang Serat, Salah Satunya Lapar Terus

Memperbanyak asupan serat dalam pola makan sehari-hari sangat penting dalam membantu tubuh tetap sehat.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X