Pahami Bahaya dan Cara Menangani Gangguan Obsesif Kompulsif

20 Oktober 2021, 15:30 WIB
Editor: Nezatullah Wachid Dewantara
Ilustrasi stres.
Ilustrasi stres. /pixabay.com

  • Seseorang dengan OCD akan memiliki pikiran (obsesi) dan atau perilaku (kompulsi) yang tak terkendali dan berulang sehingga dia merasa ingin mengulanginya berulang-ulang.
  • Gejala tersebut dapat mengganggu semua aspek kehidupan, seperti pekerjaan, sekolah, dan hubungan pribadi.
  • Orang dengan OCD umumnya tidak dapat mengendalikan pikiran atau perilakunya, bahkan ketika pikiran atau perilaku tersebut dianggap berlebihan.

SKOR.id - Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan yang umum, kronis, dan berlangsung lama.

Seseorang dengan OCD akan memiliki pikiran (obsesi) dan atau perilaku (kompulsi) yang tak terkendali dan berulang sehingga dia merasa ingin mengulanginya berulang-ulang.

Obsesi adalah pikiran, desakan, atau gambaran mental yang berulang yang menyebabkan kecemasan.

Kompulsi adalah perilaku berulang yang dirasakan oleh seseorang dengan OCD sebagai respons terhadap pikiran obsesif.

Gejala tersebut dapat mengganggu semua aspek kehidupan, seperti pekerjaan, sekolah, dan hubungan pribadi.

Salah satu contoh gejala OCD yang paling umum adalah takut kuman atau kontaminasi sehingga memicu perilaku pembersihan atau cuci tangan secara berlebihan.

Ada juga kasus seseorang yang obsesi dengan hal-hal yang simetris sehingga akan memicu kecemasan jika melihat sesuatu hal yang tidak rapi dan teratur.

Orang dengan OCD umumnya tidak dapat mengendalikan pikiran atau perilakunya, bahkan ketika pikiran atau perilaku tersebut dianggap berlebihan.

Lalu mereka akan mengalami masalah yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka karena pemikiran atau perilaku ini.

Meskipun kebanyakan orang dewasa dengan OCD menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tidak masuk akal.

Namun beberapa orang dewasa dan sebagian besar anak-anak mungkin masih tidak menyadari bahwa perilaku mereka di luar kebiasaan.

Mengekspresikan kemarahan merupakan hal wajar asal dilakukan dengan cara sehat.
Mengekspresikan kemarahan merupakan hal wajar asal dilakukan dengan cara sehat. (pixabay.com)

OCD biasanya diobati dengan obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya.

Salah satunya adalah Serotonin reuptake inhibitor (SRI) yang termasuk selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) digunakan untuk membantu mengurangi gejala OCD.

Selain itu psikoterapi dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk orang dewasa dan anak-anak dengan OCD.

Berita Bugar lainnya:

6 Dampak Buruk Olahraga Secara Berlebihan

7 Manfaat Buah Blackberry untuk Kesehatan

Tag

Video

Berita Terkait

Bugar

Sabtu, 16 Oktober 2021

6 Tahap Penyembuhan Masalah Kesehatan Mental

Hal terpenting yang harus diperhatikan ketika di awal perjalanan menuju pemulihan dari penyakit mental adalah butuh waktu lama.

Bugar

Minggu, 17 Oktober 2021

Mengenal Masalah Kesehatan Mental, Self Harm dan Segala Bahayanya

Melukai diri sendiri ini adalah sebuah tanda adanya masalah pada kesehatan mental atau adanya tekanan emosional yang meluap-luap.

Bugar

Senin, 18 Oktober 2021

Pahami Bahaya Alienasi Terhadap Perkembangan Kesehatan Mental

Jenis alienasi yang sering kita temui dalam masyarakat adalah isolasi, ketidakberartian, dan ketidakberdayaan.

Terbaru

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

7 Tips Sederhana Menjaga Kesehatan

Ada sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan,

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Jangan Panik, Begini Tips Cegah Hepatitis Akut Misterius dari IDAI

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan tips agar terhindar dari hepatitis akut.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Sederet Fakta yang Perlu Diketahui tentang Virus Hendra, Gejala dan Cara Pencegahan

Berikut ini adalah sederet fakta yang perlu diketahui tentang virus Hendra.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Memiliki Alergi atau Asma Mungkin Terkait dengan Risiko Penyakit Jantung

Sebuah studi baru telah menemukan hubungan yang mengejutkan antara asma dan alergi dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Ketahui Manfaat dan Risiko Terapi 'Kretek-kretek' alias Chiropractic

Berikut ini adalah manfaat dan risiko yang didapat dari terapi chiropractic.

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Apakah Buah Bisa Membuat Kita Gemuk? Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Nutrisinya

Menurut kepercayaan populer, karena buah-buahan juga mengandung gula, mereka tidak cocok untuk diet rendah kalori. Mana yang benar?

Bugar

Jumat, 20 Mei 2022

Berolahraga, Bermeditasi, dan 7 Tips Lain untuk Memulai Gaya Hidup Baru

Ketika Anda tidak tahu harus mulai dari mana, memiliki pemandu bisa menjadi titik awal untuk perubahan kebiasaan yang pasti, dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

Bugar

Kamis, 19 Mei 2022

Makan Terlalu Banyak Daging Tingkatkan Risiko Pria Menjadi Tidak Subur

Makan terlalu banyak daging meningkatkan risiko pria menjadi tidak subur, klaim penelitian yang dilakukan di University of Woncester, Inggris.

Bugar

Kamis, 19 Mei 2022

Alasan Mengapa Kepanasan Membuat Tubuh Terasa Lelah

Tubuh pasti merasa cepat lelah ketika terpapar panasnya matahari.

Bugar

Kamis, 19 Mei 2022

4 Manfaat Sampo Bawang bagi Kesehatan Rambut

Berdasarkan penelitian yang ada, sampo bawang bisa membantu pertumbuhan rambut, mengatasi kerontokan, dan lain-lain.
baindo

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X