Pejuang Diet, Menghitung Kalori Tidak Sekadar Mengatur Angka-angka

23 Juni 2022, 15:30 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Ilustrasi diet untuk menjaga tubuh tetap ideal.
Ilustrasi diet untuk menjaga tubuh tetap ideal. /(Pixabay.com)

  • Masyarakat awam lebih sering menghitung kalori secara kuantitatif.
  • Padahal, proses pembakaran kalori di dalam tubuh tidaklah sesederhana itu.
  • Makronutrien turut andil dalam proses pembentukan energi dalam tubuh.

SKOR.id - Skorer, apakah kalian mengetahui apa yang tubuh dapatkan dari makanan yang kalian konsumsi?

Secara awam, kita kerap kali hanya "menghitung" 100 kalori dalam hidangan penutup atau 300 kalori dalam pasta salad yang kita makan.

Padahal, mengatur pola makan lebih kompleks dari sekadar menghitung kalori. Bahkan, beberapa ahli gizi berpendapat bahwa lebih penting kita mengetahui manfaat dari apa yang kita makan.

Kalori memang penting. Dikenal sebagai satuan unit energi yang ada pada tubuh, didapat melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi. Namun, nilai kalori tidak bisa hanya dihitung secara kalkulatif.

Abby Langer, salah satu influenser dan ahli gizi di Amerika Serikat, menyatakan bahwa terdapat perbedaan dalam cara tubuh kita mencerna jenis kalori tertentu, yang kemudian diguanakan untuk energi atau disimpan untuk nanti.

"Jika kita berbicara kalori, setiap orang memilki hal yang berbeda-beda. Tetapi menurut saya, tubuh akan cenderung menyerap sebuah kalori dari sesuatu seperti donat yang jauh lebih mudah daripada kalori dari sesuatu seperti alpukat," tuturnya.

Umumnya, semakin sulit tubuh kita bekerja dalam mencerna makanan, maka semakin sedikit kalori yang dihasilkan.

Bagaimana tubuh kita mencerna kalori dengan cara yang berbeda

Setiap makanan memilki berbagai jenis energi (kalori) bagi tubuh kita. Plus, setiap makanan memiliki kandungan macronutrients, seperti karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrients, yakni vitamin, mineral dan lain-lain.

Kandungan-kandungan tersebut membuat tidak semua makanan akan menghasikan sebuah energi yang sama pada tubuh kita.

Dr. Niket Sonpal, influencer lain yang juga ahli pencernaan menjelaskan bahwa sebuah saluran pencernaan dan tubuh kita melihat energi dalam hal makronutrients.

"Mereka memiliki implikasi mereka sendiri. Kalori dari sebuah karbohidrat dapat diproses dengan cepat, sedangkan untuk protein dicerna lebih lambat dan lemak bahkan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna," kata Sonpal.

Sebagai contoh ketika kita melakukan sarapan pagi dengan mengkonsumsi semangkuk sereal kita akan merasa kenyang, katakanlah sereal tersebut mengandung 200 kalori.

Mungkin, Skorer akan mengira bahwa mengkonsumsi sereal "lebih sehat" daripada memakan menu lainnya. Akan tetapi, tubuh kita akan lebih cepat membakar kalori dalam sereal daripada protein dan lemak dalam menu lain. Sehingga, tubuh kita akan merasakan cepat lapar lagi dan memerlukan banyak lebih banyak makanan untuk energi.

Baca artikel kebugaran lainnya:

Tak Lagi Muda, Ini Kunci Ahsan/Hendra Jaga Konsistensi dan Kebugaran

4 Camilan Sehat untuk Jaga Tubuh Tetap Bugar

Klik gambar untuk mengunjungi aset digital kami.
Klik gambar untuk mengunjungi aset digital kami.

Penulis: Septian Eko Wibisono/UNIDA/Magang

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Gosip

    Kamis, 23 Juni 2022

    Shakira Diteror Penguntit: Tawarkan Diri untuk Menikahinya dan Tinggalkan Pesan Menyeramkan

    Shakira dalam tekanan. Menyusul kabar perpisahan dengan Gerard Pique, dia telah menerima banyak surat dari penggemar yang menawarkan untuk menikahinya.

    Liga Italia

    Kamis, 23 Juni 2022

    Plus Minus jika Neymar Gabung Juventus

    Berikut ini Skor.id menyajikan plus dan minus bagi Juventus jika merekrut Neymar dari PSG.

    Terbaru

    Bugar

    Sabtu, 2 Juli 2022

    Deretan Manfaat Mengonsumsi Mie, Salah Satunya Menurunkan Berat badan

    Mie adalah bagian dari keluarga biji-bijian seperti nasi dan pasta. Anda dapat menggunakan mie dalam makanan pembuka, lauk pauk dan sup serta resep lain yang menggunakan nasi atau pasta.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    5 Bahan Alami untuk Membantu Menumbuhkan Rambut

    Menumbuhkan rambut dapat dibantu dengan beberapa bahan alami berikut ini.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Masih Muda Tapi Pelupa? Ini Tips Mencegah Pikun di Usia Muda

    Pikun terjadi karena faktor imunitas dan kondisi kesehatan fisik, aspek kognitif yang berpengaruh terhadap usia.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    9 Cara Ampuh Mengatasi Nyeri Sendi Berkepanjangan

    Berikut ini adalah sembilan cara ampuh mengatasi nyeri sendi yang tak kunjung sembuh dalam waktu lama.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Mengenal Penyebab dan Gejala Infeksi Paru, Penyakit Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Sebelum Wafat

    Menteri PAN-RB RI Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022) siang WIB.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Tips untuk Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh Seiring Bertambahnya Usia

    Ingin tahu apa saja tanda-tanda sistem kekebalan tubuh lemah atau bagaimana penuaan memengaruhi sistem kekebalan Anda? Inilah yang perlu Anda ketahui dari dokter.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Cara Sederhana Menurunkan Demam Tanpa Konsumsi Obat

    Berikut Skor.id merangkum beberapa cara menurunkan demam tanpa mengonsumsi obat.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Risiko Batu Ginjal Meningkat di Musim Panas: Ini Cara Pencegahannya

    Batu ginjal adalah bongkahan bahan padat seperti batu yang terbentuk di salah satu atau kedua ginjal ketika ada kadar mineral tertentu yang tinggi dalam urine.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Manfaat Havermut untuk Kesehatan Tubuh

    Oatmeal atau havermut adalah makanan sarapan yang terbuat dari oat dan cairan seperti air atau susu.

    Bugar

    Jumat, 1 Juli 2022

    Ini Waktu Terbaik untuk Sarapan Tanpa Takut Kegemukan

    Tubuh kita butuh waktu 14 jam berpuasa setelah makan malam hingga makan kembali di keesokan harinya.
    X