Penelitian: 72 Persen Orang Dewasa Sekarang Menderita Ketakutan yang Satu Ini

9 April 2022, 18:06 WIB
Editor: Nurul Ika Hidayati
Ilustrasi seorang pria sedang termenung saat berdiri di balkon rumah.
Ilustrasi seorang pria sedang termenung saat berdiri di balkon rumah. /Pixabay.com

  • COVID-19 telah membuat semua orang hidup dalam segala macam tantangan.
  • Sebuah penelitian menyebutkan banyak orang dewasa sekarang berjuang menghadapi ketakutan keluar rumah dan bahkan naik kendaraan umum.
  • Seorang psikolog menawarkan tips untuk menenangkan diri dari rasa takut. 

SKOR.id - Lupakan FOMO - singkatan dari Fear of Missing Out: sebanyak 72 persen orang dewasa sekarang berjuang menghadapi Fear of Going Out (FOGO).

FOMO merupakan sebuah perasaan atau persepsi bahwa orang lain lebih bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, ataupun memiliki pengalaman yang lebih baik dibanding Anda. 

Sementara itu, FOGO adalah perasaan ketika Anda takut keluar (rumah) meskipun aman.

Sebuah penelitian terhadap 2.000 orang dewasa menemukan lebih dari seperempat (27%), yang telah mengalami sindrom takut keluar rumah ini, mengklaim itu memiliki dampak 'signifikan' pada kehidupan mereka.

Lebih dari dua pertiga (67%) merasa ketakutan telah menahan mereka untuk bersosialisasi dan 60% lainnya akan mencoba menghindari transportasi umum sebagai akibat dari ketakutan mereka.

Setidaknya, 68% orang dewasa percaya mereka telah mengalami lebih banyak kekhawatiran tentang keluar rumah sejak pandemi, dengan setengah lebih khawatir tentang pergi keluar dengan pembatasan COVID sekarang sepenuhnya telah dicabut.

Hampir enam dari 10 (58%) merasa lebih khawatir sekarang orang tidak lagi harus mengisolasi diri setelah tes positif dan 54% merasa tidak nyaman dengan kurangnya masker.

Akibatnya, 44% sering perlu mengambil beberapa saat untuk menenangkan dirinya sebelum meninggalkan rumah dan 47% melatih perhatian untuk meredakan kegugupan mereka.

Hampir sepertiga (29%) juga menemukan bahwa mendengarkan musik dapat membantu mengatasi keragu-raguan, sedangkan 36% suka membuat rencana yang sangat jelas meskipun hanya sekedar jalan-jalan.

Namun, hampir 78% mengaku bahwa mereka hanya akan mencoba untuk memasang 'wajah berani' untuk menutupi kekhawatiran yang mereka rasakan tentang menjelajah.

Survei, yang dilakukan oleh aplikasi super mobilitas FREE NOW, itu mengungkapkan bahwa dibutuhkan rata-rata hampir lima bulan sebelum seseorang merasa nyaman bersosialisasi seperti yang mereka lakukan sebelum pandemi.

Tetapi 57% 'bertekad' untuk melakukan lebih banyak upaya untuk mengatasi kecemasan ini.

Hampir seperlima (18%) akan memilih bepergian dengan taksi ke tujuan mereka, bukan pada transportasi umum, untuk menenangkan diri.

Psikolog Chartered Dr Meg Arroll mengatakan: “Hidup begitu menantang selama dua tahun terakhir, dan sekarang pembatasan COVID-19 telah sepenuhnya dilonggarkan, dan dunia terbuka lagi, kita semua bersiap-siap untuk melangkah keluar." 

"Tetapi karena kita mengalami periode ketidakpastian dan kecemasan yang begitu luas, tidak mengherankan bahwa masih ada rasa tidak nyaman untuk keluar - atau FOGO, rasa takut untuk keluar." 

"Namun, ada banyak strategi yang bisa kita semua gunakan untuk menenangkan pikiran cemas ini, menghilangkan stres dan sekali lagi menikmati kehidupan sosial." 

"Cobalah tiga langkah sederhana ini untuk membuat Anda tetap tenang dalam perjalanan Anda. Ini semua dapat dengan mudah diselesaikan di belakang taksi atau di moda transportasi lain, apakah Anda punya waktu lima menit sampai kedatangan atau perjalanan yang lebih lama di depan."

1. Istirahat dan cerna
Rilekskan pikiran dan tubuh dengan membuat Anda nyaman berada di dalam kendaraan, letakkan kedua kaki rata di lantai dan sandarkan punggung Anda ke kursi.

Dengan satu tangan di dada dan satu lagi di perut, fokuslah untuk mengatur pernapasan melalui tarikan napas dalam-dalam selama tiga detik melalui hidung dan kemudian, keluarkan dari mulut Anda.

2. Metode tiga-lima
Menggunakan tiga indra Anda - penglihatan, suara, dan sentuhan - kenali lima elemen yang berbeda di sekeliling Anda. Misalnya, lima hal apa yang Anda lihat (di dalam atau di luar mobil), lima hal apa yang Anda dengar, dan lima tekstur apa yang dapat Anda rasakan.

Perhatikan baik-baik lingkungan Anda, tarik napas dalam-dalam saat Anda melakukannya, dan perhatikan betapa Anda merasa lebih tenang setelahnya.

3. Proyeksi diri
Bayangkan diri Anda di tempat tujuan Anda. Membayangkan skenario realitas Anda yang akan segera terjadi dapat membantu Anda mempersiapkan diri secara kognitif. Buatlah sendiri naskah untuk interaksi sosial Anda dan mulailah melihat bagaimana Anda akan terlibat dengan orang lain begitu Anda tiba di tempat tujuan.

Akui kecemasan Anda tetapi dorong mereka ke bagian belakang pikiran Anda, dengan fokus pada citra mental positif Anda.***

Berita Bugar Lainnya:

Lekas Move On, Ini Penjelasan Ilmiah tentang Sindrom Patah Hati dan Efek Buruknya

Cara Membantu Anak Mengatasi Takut Gelap

Merasa Cemas? Cobalah Latihan 5 Panca Indra

Tag

Video

Berita Terkait

Bugar

Kamis, 7 April 2022

Inilah Kunci Kebahagiaan Menurut Ilmu Pengetahuan

Kebahagiaan adalah kondisi subjektif, tetapi serangkaian sikap dan perilaku telah ditetapkan yang dapat mengarah pada pencapaiannya.

Bugar

Kamis, 7 April 2022

Waspadalah, Disfungsi Ereksi Bisa Menjadi Sinyal Awal dari Penyakit Kardiovaskular

Pria dengan masalah ereksi mengembangkan masalah jantung lebih cepat dan sebaliknya

Bugar

Jumat, 8 April 2022

Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dengan Tiga Strategi Ini

Diet ketat bukanlah cara terbaik untuk menurunkan berat badan

Bugar

Jumat, 8 April 2022

SUNAH RASUL: Renang sebagai Olahraga yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW

Tak dapat dimungkiri, berenang adalah salah satu olahraga yang memiliki banyak peminat.

Terbaru

Bugar

Selasa, 17 Mei 2022

4 Makanan dan Minuman yang Bikin Urine Bau Pesing, Kopi Termasuk

Berikut ini adalah makanan dan minuman yang bikin urine bau pesing.

Bugar

Selasa, 17 Mei 2022

Menjauh Sejenak dari Media Sosial Bisa Baik untuk Kesehatan Mental

Sebuah penelitian menunjukkan, memutuskan hubungan dengan jejaring sosial selama seminggu akan mengurangi kecemasan dan depresi secara umum.

Bugar

Selasa, 17 Mei 2022

Waktu Terbaik untuk Mengkonsumsi Vitamin dan Suplemen

Mengkonsumsi vitamin bisa menjadi cara yang bagus untuk mendukung kebutuhan nutrisi Anda — tetapi ada cara yang tepat untuk melakukannya.

Bugar

Selasa, 17 Mei 2022

Pendidikan Emosional pada Anak-anak: Kapan Harus Mulai Mengajari Mereka?

Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara memberi anak alat untuk mengidentifikasi apa yang mereka rasakan dan mengetahui cara mengelolanya.

Bugar

Selasa, 17 Mei 2022

Workout di Rumah Tanpa Menggunakan Alat

Berolahraga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun melakukan workout di rumah bisa dibilang lebih menyenangkan karena bisa hemat biaya.

Bugar

Senin, 16 Mei 2022

4 Olahraga Mata yang Ringan dan Mudah Dilakukan, Cocok untuk Gamer dan WFH

Berikut ini adalah empat olahraga mata yang muda dilakukan. Layak banget dipratikkan oleh gamer dan pekerja WFH.

Bugar

Senin, 16 Mei 2022

7 Makanan Pelancar Buang Air Besar untuk Mengatasi Sembelit

Berikut ini tujuh makanan yang baik dikonsumsi demi melancarkan buang air besar atau mengatasi sembelit.

Bugar

Minggu, 15 Mei 2022

Manfaat Acar untuk Kesehatan, dari Sumber Antioksidan hingga Mengontrol Gula Darah

Berikut ini adalah sejumlah manfaat acar untuk kesehatan.

Bugar

Minggu, 15 Mei 2022

Bukan Cemilan Biasa, Berikut Segudang Manfaat Kacang Mete yang Perlu Diketahui

Berikut ini manfaat kacang mete yang telah dirangkum Skor.id dari Healthline.

Bugar

Minggu, 15 Mei 2022

5 Manfaat Penting Jintan Hitam, Rempah yang Dijuluki Obat Segala Macam Penyakit

Jintan hitam atau habbatussauda disebut sebagai biji dengan manfaat sebagai obat segala penyakit
X